Apa Itu Medical Advisory Board, dan Kenapa Semua Asuransi Kesehatan Wajib Punya Mulai 2026?
Belakangan ini, istilah Medical Advisory Board atau MAB mulai ramai dibicarakan di dunia kesehatan dan asuransi. Hal ini muncul setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru yang mewajibkan setiap perusahaan asuransi kesehatan memiliki dewan penasihat medis paling lambat mulai 1 Januari 2026.
Sebagaimana diketahui, OJK mengatur ketentuan soal Dewan Penasihat Medis dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 7/SEOJK.05/2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan (SEOJK 7/2025) yang akan berlaku mulai 1 Januari 2026.
Namun, sebenarnya apa sih Medical Advisory Board itu dan mengapa lembaga ini dianggap penting?
Secara sederhana, MAB adalah dewan penasihat medis independen yang berisi tenaga profesional lintas bidang seperti dokter, aktuaria, analis data, hingga pakar manajemen risiko. Tugas utamanya memberi pertimbangan medis secara objektif, terutama dalam pengambilan keputusan yang menyangkut klaim asuransi atau kebijakan kesehatan.
Salah satu inisiatif yang memperkenalkan konsep ini ke industri adalah peluncuran Medical Advisory Board by Deswa Integra Group (MAB by Deswa). Lembaga tersebut menjadi wadah kolaboratif untuk memperkuat transparansi dan integritas di sektor asuransi kesehatan, sekaligus menjawab tantangan kompleks seperti meningkatnya potensi fraud.
CEO Deswa Integra Group, Dedi Dwi Kristianto, menjelaskan bahwa fraud atau penyimpangan masih menjadi persoalan besar dalam industri asuransi Indonesia. Berdasarkan riset internal Deswa Integra Group, sekitar 40 hingga 55 persen klaim asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia terindikasi mengandung unsur fraud.
Potensi kerugiannya pun mencapai Rp2 triliun per tahun. Dan, dari angka tersebut, 25 hingga 27 persen di antaranya berasal dari sektor asuransi kesehatan.
“Tantangan di industri asuransi saat ini yakni masalah klaim yang signifikan dan fraud yang bisa menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat " ujar Dedi dalam acara peluncuran tersebut di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
CEO Deswa Integra Group Dedi Dwi Kristianto
Terkait klaim, dari data internal Deswa untuk kasus-kasus klaim yang perlu dilakukan investigasi lapangan, dalam 3 tahun terakhir terdapat kenaikan klaim yang signifikan sebesar 30 persen, yakni pada tahun 2023 sebanyak 2.068 kasus, pada 2024 sebanyak 2.798 kasus (naik 35,5 persen dari 2023 dan tahun 2025 diproyeksikan > 3.500 kasus (naik 25,1 persen dari 2024).
“Jika dahulu fraud banyak terjadi di level dokumen atau administrasi, kini justru berkembang di ranah interpretasi medis, dengan memanfaatkan celah perbedaan pemahaman antara tenaga medis, penyedia layanan kesehatan, dan perusahaan asuransi,” ujar Dedi
Sementara itu, Ketua MAB by Deswa, dr. Nickolai Indrarajasa, MARS., QRGP, menjelaskan bahwa lembaga tersebut berperan memberi second opinion dan rekomendasi berbasis data ilmiah dalam setiap keputusan medis yang berkaitan dengan asuransi.
“Kami tidak bertujuan menggantikan keputusan perusahaan atau regulator, tetapi menyediakan second opinion yang kredibel, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelasnya.
Kehadiran MAB diharapkan bisa menjadi jembatan antara rumah sakit, dokter, dan perusahaan asuransi. "Dengan komposisi ini, kami menghadirkan sebuah forum objektif yang berfungsi sebagai jembatan antara dunia medis dan dunia asuransi, " ungkap dr. Nickolai.