Daftar Mutasi Kejaksaan Oktober 2025, Sejumlah Kajati dan Kajari Diganti

Jaksa Agung, Kajari, Mutasi Kejaksaan, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, mutasi kejaksaan 2025, Daftar Mutasi Kejaksaan Oktober 2025, Sejumlah Kajati dan Kajari Diganti, Penyegaran Organisasi dan Promosi Jabatan, Perombakan Jabatan Kajati di Sejumlah Daerah, Mutasi di Level Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Perubahan Jabatan Strategis Lainnya

— Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin kembali melakukan rotasi besar-besaran di tubuh Kejaksaan Republik Indonesia (Kejagung).

Sebanyak 73 pejabat dari berbagai jenjang, mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) hingga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), resmi dimutasi melalui dua surat keputusan tertanggal 13 Oktober 2025.

Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 854 Tahun 2025 dan Nomor KEP-IV-1425/10/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia.

Penyegaran Organisasi dan Promosi Jabatan

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna membenarkan adanya rotasi pejabat tersebut.

“Benar bahwa telah beredar adanya sejumlah mutasi di jajaran kejaksaan. Ini merupakan bagian dari rotasi dan mutasi jabatan dalam rangka penyegaran organisasi juga bagian dari promosi,” ujar Anang di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Burhanuddin berharap rotasi kali ini mampu memperkuat kinerja institusi serta mempercepat adaptasi pejabat baru di lingkungan kerja masing-masing.

Perombakan Jabatan Kajati di Sejumlah Daerah

Sejumlah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) menempati posisi baru, baik sebagai bentuk promosi maupun penyegaran jabatan.

Berikut beberapa nama pejabat Kajati yang mengalami mutasi berdasarkan SK terbaru:

  • Sutikno: dari Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.
  • Ketut Sumedana: dari Kepala Kejaksaan Tinggi Bali menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
  • Chatarina Muliana: dari Jaksa Ahli Utama pada Jampidum (ditugaskan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.
  • Hermon Dekristo: dari Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
  • Emilwan Ridwan: dari Kepala Pusat Penyelesaian Aset Badan Pemulihan Aset menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.
  • Yuni Daru Winarsih: dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menjadi Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).
  • Riono Budisantoso: dari Kepala Kejaksaan Tinggi DI Yogyakarta menjadi Direktur Penuntutan pada Jampidsus Kejagung.
  • Sugeng Hariadi, dari Direktur Perdata pada Jamdatun Kejagung, menjadi Kajati Jambi.

Jaksa Agung, Kajari, Mutasi Kejaksaan, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, mutasi kejaksaan 2025, Daftar Mutasi Kejaksaan Oktober 2025, Sejumlah Kajati dan Kajari Diganti, Penyegaran Organisasi dan Promosi Jabatan, Perombakan Jabatan Kajati di Sejumlah Daerah, Mutasi di Level Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Perubahan Jabatan Strategis Lainnya

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menerima Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan beserta jajaran di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Mutasi di Level Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)

Rotasi besar ini juga menyentuh jajaran Kepala Kejaksaan Negeri di berbagai wilayah.

Tiga wilayah di DKI Jakarta mendapat pimpinan baru, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.

Antonius Despinola ditunjuk sebagai Kajari Jakarta Pusat, menggantikan Safrianto Zuriat Putra yang kini menjadi Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejati DKI Jakarta.

Sebelumnya, Antonius menjabat Kasubdit Penyelidikan Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang pada Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung.

Marcelo Bellah menjabat sebagai Kajari Jakarta Selatan, menggantikan Iwan Catur Karyawan.

Sebelumnya, Marcelo adalah Kasubdit Tindak Pidana Kepabeanan, Cukai, dan Pencucian Uang pada Direktorat Upaya Hukum Luar Biasa Jampidsus.

Nurul Wahida Rifal kini memimpin Kejari Jakarta Barat, menggantikan Haryoko Ari Prabowo (Plt) setelah sebelumnya menjabat Kabag Tata Usaha Pimpinan di Biro Umum Jam Pembinaan Kejagung.

Perubahan Jabatan Strategis Lainnya

Selain mutasi Kajati dan Kajari, sejumlah pejabat di posisi strategis Kejaksaan Agung juga turut dimutasi.

  • Sofyan: dari Wakil Kepala Kejati Sumatera Utara menjadi Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset.
  • Chaerul Amir: dari Jaksa Ahli Utama Jampidmil menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil).
  • Sumurung Pandapotan Simaremare: dari Wakil Kepala Kejati Sumatera Selatan menjadi Direktur I pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

Rotasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya reformasi internal Kejaksaan RI untuk memperkuat integritas dan efektivitas organisasi.

Jaksa Agung Burhanuddin: Rotasi Adalah Momentum Pembenahan

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan langkah strategis untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap sehat dan adaptif.

“Mutasi dan rotasi adalah bagian dari sistem pembinaan karier yang bertujuan memperkuat kualitas dan kapasitas kelembagaan Kejaksaan,” ujar Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya.

Jaksa Agung juga meminta seluruh pejabat baru segera beradaptasi dengan wilayah kerja masing-masing dan menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.