Valentin Vacherot Juara Shanghai Masters 2025: Bekuk Sepupu di Final, Ditonton Federer

tenis, Roger Federer, Novak Djokovic, valentin vacherot, shanghai masters 2025, shanghai masters, final shanghai masters, final shanghai masters 2025, Valentin Vacherot Juara Shanghai Masters 2025: Bekuk Sepupu di Final, Ditonton Federer

Kisah Cinderella terjadi turnamen tenis Shanghai Masters 2025, kala petenis peringkat 204 dunia, Valentin Vacherot, jadi juara usai mengalahkan sepupunya.

Valentin Vacherot mengaku masih tidak percaya setelah menjuarai Shanghai Masters dengan mengalahkan sepupunya, Arthur Rinderknech, 4-6, 6-3, 6-3, Minggu (12/10/2025).

Kemenangan itu menjadikan Valentin Vacherot sebagai pemain berperingkat terendah yang pernah menjuarai turnamen ATP Masters 1000 sepanjang sejarah.

Pertemuan antara dua pemain yang tak diunggulkan ini menjadi final keluarga yang langka, dengan pelatih sekaligus saudara tiri Vacherot, Benjamin Balleret, menyebutnya bagai sebagai sebuah dongeng

Partai puncak itu juga menjadi final ketiga dalam sejarah ATP Masters 1000 yang mempertemukan dua pemain non-unggulan.

“Saya bahkan tidak mengerti mengapa saya duduk di sini sekarang,” ujar Vacherot dalam konferensi pers usai pertandingan.

“Itu gila. Saya pikir saya akan mulai menyadarinya dalam beberapa hari ke depan, tapi untuk saat ini, saya hanya ingin menikmati momen ini.”

Vacherot mengaku datang ke Shanghai dengan “sedikit berjudi". Karena, awalnya ia hanya masuk daftar cadangan dan belum pasti tampil hingga sehari sebelum babak kualifikasi dimulai.

Performa luar biasanya kini akan membawa lonjakan besar dalam peringkat dunia ATP, dari posisi 204 ke 40.

“Tantangannya ada di mana-mana,” kata petenis Monako yang masih tak percaya bisa jadi kampiun Shanghai Masters 2025.

Dalam perjalanannya ke final, Rinderknech menyingkirkan petenis nomor tiga dunia Alexander Zverev dan mantan juara AS Terbuka Daniil Medvedev.

Sementara itu, di semifinal Vacherot menaklukkan Novak Djokovic yang merupakan peraih 24 gelar Grand Slam dan menghentikan peluang sang legenda untuk meraih gelar kelima di Shanghai.

Ia juga mengalahkan petenis nomor 11 dunia, Holger Rune.

Vacherot mengakui bahwa menghadapi sepupunya di final adalah sebuah hal yang tak mudah.

Pada set pertama, Rinderknech mematahkan servis Vacherot lewat pukulan backhand di gim ketiga dan mempertahankan keunggulan itu hingga menutup set dengan kemenangan.

Roger Federer Menonton

Pertandingan yang turut disaksikan idola Vacherot, Roger Federer, itu berlangsung ketat di awal set kedua dengan kedua pemain sama-sama gagal mencuri momentum.

Rinderknech sempat menghadapi break point di gim kedelapan namun berhasil menyelamatkannya lewat ace.

Namun, kesalahan sendiri berikutnya membuat Vacherot tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memaksakan set penentuan.

Set ketiga langsung berjalan agresif ketika Vacherot merebut break di gim pertama.

Ia tampil makin percaya diri, sementara Rinderknech mulai terlihat kelelahan di bawah kelembapan udara Shanghai dan harus berjuang keras menyelamatkan beberapa break point di gim ketiga dan kelima.

Petenis Perancis itu sempat mendapat perawatan pada punggungnya setelah gim kelima, usai hampir kehilangan servis hingga empat kali.

Kebangkitannya sempat memicu reli panjang yang membuat penonton tegang. Namun, Vacherot kembali mematahkan servis pada kedudukan 5-3 untuk memastikan gelar juara.

Pelatih sekaligus saudara tirinya, Benjamin Balleret, mengatakan bahwa keajaiban terjadi di paruh kedua pertandingan.

“Saya pernah melihatnya dalam kondisi mental dan fisik luar biasa,” ujar Balleret tentang Vacherot.

“Tapi melakukannya di lapangan utama Shanghai, di final melawan sepupunya sendiri, itu hal yang berbeda.”

Respek Dua Sepupu

Sebelum laga final, Rinderknech sudah mengatakan akan ada “dua pemenang” pada hari Minggu, apa pun hasilnya.

Keduanya duduk berdampingan saat menunggu seremoni trofi dimulai, dengan Rinderknech merangkul bahu Vacherot, dan keduanya tampak meneteskan air mata saat upacara berlangsung.

Sambil memberi selamat kepada Vacherot dan Balleret, Rinderknech berkata sambil berkelakar “Dua sepupu lebih kuat daripada satu.”

“Saya sudah memberikan segalanya, saya tidak bisa melakukan lebih dari ini, tapi kamu sangat pantas mendapatkannya, saya sangat bahagia untukmu,” ujar Vacherot dengan suara bergetar penuh emosi.

“Saya berharap akan ada lebih banyak lagi yang datang, ini baru permulaan.”

“Sayangnya hanya ada satu pemenang, tapi mungkin satu keluarga juga menang,” kata Vacherot.

“Dan olahraga tenis juga menang, karena kisah yang baru saja kami tulis sungguh luar biasa.”

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.