Ibrahimovic Bongkar Kisahnya dengan Allegri, Guardiola, dan Mourinho
Legenda sepak bola asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, mengenang kembali masa-masanya bersama Massimiliano Allegri, Pep Guardiola, dan Mourinho.
Ketiga sosok pelatih sepak bola itu pernah melatih Zlatan Ibrahimovic. Ibra mulai membagikan kesannya selama bersama Massimiliano Allegri di AC Milan.
Zlatan Ibrahimovic mengakui bahwa hubungan mereka di lapangan tidak selalu mulus, tetapi tetap dilandasi semangat untuk menang.
“Saya memiliki banyak konflik dengan Allegri, bukan hanya satu,” kata Ibrahimovic saat berbicara dalam acara Festival dello Sport di Trento, dikutip dari Football Italia, Sabtu (11/10/2025).
Menurut Ibrahimovic, perbedaan karakter dan mentalitas kerap menimbulkan ketegangan, termasuk insiden setelah laga melawan Arsenal di London.
“Ketika dua orang memiliki mentalitas pemenang, hal ini adalah hal yang normal. Tidak setiap hari penuh cinta dan pelukan."
"Karakter yang berbeda, mentalitas yang berbeda, mungkin terlihat seperti ‘wow, apa yang terjadi?’ tetapi itu alami bagi kami,” ucapnya.
Kini, Allegri kembali menangani Milan setelah lebih dari sepuluh tahun, sementara Ibrahimovic berperan sebagai konsultan pemilik RedBird.
Ia menilai kehadiran Allegri membawa keseimbangan dan pengalaman penting bagi tim.
“Ketika Anda menang, semangat tim selalu berada di puncaknya. Semua orang bersatu untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.
Ibrahimovic juga menceritakan suasana di ruang ganti setelah hasil imbang tanpa gol melawan Juventus.
“Saya berada di ruang ganti setelah pertandingan Milan-Juve, karena ini adalah keluarga. Kami menang dan kalah bersama."
"Semua orang marah karena tahu seharusnya bisa menang. Ketika Allegri berbicara, semua orang mendengarkan,” ungkapnya.
Guardiola dan Mourinho di Mata Ibrahimovic
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, memutuskan pensiun. Ibrahimovic mengumumkan keputusannya seusai laga AC Milan vs Hellas Verona di Stadion San Siro pada 4 Juni 2023. Terkini, Ibrahimovic kembali ke Milan sebagai mitra operasional dan penasihat senior untuk RedBird Capital Partners.
Sementara itu, Ibrahimovic menyebut Pep Guardiola dan Jose Mourinho sebagai sosok yang memberi pengaruh besar dalam evolusi taktik modern.
Seperti diketahui, Ibrahimovic pernah dilatih Jose Mourinho di Inter Milan dan Manchester United. Sementara Pep Guardiola menjadi pelatih Ibrah di Barcelona.
“Guardiola dan Mourinho mengubah sepak bola, dan saya beruntung keduanya menginginkan saya di tim mereka,” kata Ibrahimovic.
Menurutnya, Guardiola berada di tahap awal karier saat mereka bekerja sama, sementara Mourinho fokus pada pengendalian mental dan kepercayaan diri pemain.
“Keduanya pemenang, tetapi dengan cara yang sangat berbeda,” tambahnya.
Pengaruh Capello dalam Karier Awal Ibra
Ibrahimovic juga mengenang peran Fabio Capello ketika dirinya bermain di Juventus setelah pindah dari Ajax.
“Capello adalah tempat di mana karier saya sebagai pemain kelas dunia benar-benar dimulai,” ucapnya.
Menurut Ibrahimovic, Capello melatih pemain bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara mental.
“Strateginya adalah masuk ke dalam pikiran Anda. Sebagai pelatih, itu hal utama, membuat pemain mengikuti Anda. Capello mengubah saya dari pemain biasa menjadi monster,” katanya.
Ibrahimovic tidak pernah memenangkan Ballon d’Or ataupun Liga Champions sepanjang kariernya.
Namun, ia tidak menganggap hal itu sebagai penyesalan. “Ballon d’Or bukanlah penyesalan, itu hanya sangat aneh bahwa saya tidak memenangkannya,” ujarnya sambil tertawa.
Saat ditanya siapa yang layak meraih penghargaan tersebut tahun ini, Ibrahimovic menjawab singkat:
“Saya akan memberikannya kepada pemain yang memberikan perbedaan individu terbesar untuk sebuah tim, jadi bagi saya itu adalah Lamine Yamal.”
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.