Dari Wembley 2011 hingga Pesan Suara 2026: Kisah Pep dan Ferguson
Memori final Liga Champions di Stadion Wembley pada 28 Mei 2011 akan selalu membekas dalam sejarah sepak bola. Pada malam bersejarah itu, Manchester United harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor telak 3-1.
Raut wajah Sir Alex Ferguson memancarkan kegugupan yang tak biasa saat pertahanan Setan Merah porak-poranda oleh taktik brilian dari skuad asuhan Pep Guardiola.
Seusai laga tersebut, muncul sebuah pengakuan jujur dari pelatih legendaris Manchester United itu.
“Belum pernah ada tim yang mempermalukan kami seperti itu.”
Selama bertahun-tahun terbiasa mendikte lawan, malam itu sang maestro justru dipaksa belajar dari kehebatan Pep Guardiola yang berhasil menanamkan filosofi tiki-taka mematikan ke dalam identitas permainan Barcelona.
Satu tahun berselang, usai mengambil jeda dari pinggir lapangan dan memutuskan menetap di New York, sebuah momen pertemuan langka terjadi.
Mengingat ia sedang mencari calon penerus kursi manajerial di Man United, Ferguson memanfaatkan waktu tersebut untuk menjamu mantan pelatih Blaugrana itu makan malam dan menjadikannya sebagai salah satu kandidat suksesor.
Namun, pertemuan pada pertengahan 2012 itu tak berujung pada kesepakatan apa pun.
Sang peracik strategi sempat berkelakar bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya yang saat itu masih terbatas membuatnya tak menangkap sinyal dari sang manajer legendaris yang berbicara cepat dengan aksen Skotlandia kental.
Alih-alih merapat ke Old Trafford, ia akhirnya memilih Bayern Muenchen, sebelum pada akhirnya berlabuh ke klub rival sekota, Man City, pada Februari 2016.
Membangun Dominasi The Centurions
Kedatangannya ke Etihad Stadium pada awalnya sempat diwarnai masa adaptasi yang sulit.
Untuk pertama kalinya sepanjang karier, ia harus melewati musim debut tanpa satu pun raihan gelar.
Eks manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, berjabat tangan dengan manajer Man City, Pep Guardiola, usai final Piala FA 2022-2023 yang mempertemukan Man City vs Man United di Stadion Wembley pada 3 Juni 2023. Terkini, Pep Guardiola mengaku menerima pesan dari Sir Alex Ferguson seusai Man City juara Liga Champions 2022-2023.(Foto oleh Adrian DENNIS / AFP).
Namun, kebangkitan luar biasa terjadi pada musim 2017-2018 ketika skuadnya merengkuh trofi Liga Inggris dengan rekor 100 poin, sebuah pencapaian fenomenal yang melahirkan julukan sakral The Centurions.
Ambisi terbesar yang selama ini didambakan akhirnya terwujud di Istanbul pada Juni 2023.
Kemenangan dramatis atas Inter Milan memastikan trofi Liga Champions pertama bagi klub, sekaligus menggenapi pencapaian Treble Winner domestik dan Eropa.
Menariknya, menjelang laga final bersejarah tersebut, Ferguson turut mengirimkan pesan penyemangat kepadanya.
Dominasi itu kian tak terbendung ketika pada musim 2023-2024, timnya mencetak sejarah baru sebagai klub pertama yang menjuarai divisi teratas Liga Inggris empat musim berturut-turut.
Rekor prestisius ini sukses melampaui rentetan gelar juara Liverpool di era 1980-an maupun warisan kejayaan masa lalu dari Man United.
Ironi Pesan Suara di Penghujung Era
Perjalanan panjang sarat prestasi itu resmi mencapai titik akhir ketika pengumuman kepergiannya dirilis pada 22 Mei 2026.
Menjelang laga kandang penutupnya, masuk sebuah pesan suara dari Sir Alex Ferguson yang berisi ucapan selamat atas segala pencapaian luar biasanya bersama Manchester City, yang menjadi babak pamungkas dalam satu dekade kepemimpinannya.
Ironisnya, kendala bahasa yang terjadi belasan tahun silam di New York seolah kembali terulang.
"Dengan aksen Skotlandianya, saya kesulitan untuk mengerti. Itu pesan suara, saya akan menelponnya balik nanti." ucap Pep Guardiola.
Sang pelatih merasa sangat terhormat karena kiprah dan mahakaryanya masih bisa disaksikan oleh sosok legendaris tersebut, meski ia juga mengenang kepergian sang mentor.
“Saya sangat merindukan Johan Cruyff. Tapi saya senang Sir Alex, pelatih terbaik itu, masih bisa menyaksikan ini,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang