Capello Bahas Isu Skandal Wasit Italia, Bayang-bayang Buruk Calciopoli
Fabio Capello mengomentari isu skandal wasit yang mengguncang Serie A. Usai Calciopoli pada 2006, Capello menyebut ini akan jadi masalah serius andai benar terjadi.
Kendati demikian, Fabio Capello, tak mau buru-buru mengambil konklusi atas persoalan perwasitan yang kini kembali mengguncang sepak bola Italia.
Isu skandal wasit mencuat menyeret nama Gianluca Rocchi, sosok yang bertanggung jawab terhadap penugasan wasit di laga-laga Serie A dan Serie B. Ia merupakan Ketua CAN (Commisione Arbitri Nazionale).
Gianluca Rocchi saat ini tengah diselidiki atas dugaan keterlibatan dalam pengaturan pertandingan.
Ia dicurigai menggunakan wewenangnya untuk memengaruhi keputusan Video Assistant Referee dalam laga Liga Italia 2025-2026 Udinese vs Parma pada 1 Maret silam.
Penyelidikan sampai saat ini masih berlangsung dan Rocchi telah menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Ketua CAN.
Kasus ini jelas menghadirkan keriuhan besar di ranah sepak bola Italia yang belum sembuh benar dari kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Isu skandal wasit juga jadi perhatian pelatih legendaris Italia, Fabio Capello. Ia mengatakan jika dugaan tersebut terbukti, maka dampaknya akan sangat serius bagi sepak bola Italia.
Capello Singgung Calciopoli 2006
Capello turut menyinggung skandal besar perwasitan Calciopoli pada 2006. Kala itu, Capello melihat dua gelar Serie A milik Juventus asuhannya harus dicopot, sebagai imbas keterlibatan klub dalam skandal Calciopoli.
Tak cuma kehilangan dua gelar juara, Juventus juga harus menanggung hukuman turun kasta ke Serie B kala itu.
“Saya ingin berhati-hati karena mantan penunjuk wasit itu baru dalam tahap penyelidikan,” ujar Capello.
“Mari kita tunggu sebelum menarik kesimpulan yang tergesa-gesa, harapan saya tuduhan keterlibatan dalam kecurangan olahraga itu tidak benar,” kata pelatih Juventus pada kurun 2004-2006 tersebut.
“Memikirkan adanya pelanggaran baru setelah Calciopoli pada 2006 akan sangat serius,” ucapnya dilansir dari Sport Mediaset.
Isu skandal perwasitan menjadi pukulan berat sepak bola Italia yang masih dirundung kekecewaan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dalam tiga edisi secara beruntun.
Logo sponsor baru Lega Serie A Eni live tampak dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Genoa vs Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris di Genoa, pada 17 Agustus 2024. (Foto oleh MARCO BERTORELLO / AFP)
Tambah Kepedihan Italia
Italia berturut-turut gagal melenggang ke Piala Dunia 2018, 2022, dan 2026.
“Di tingkat olahraga kami sudah melakukan kesalahan besar hingga tidak lolos ke Piala Dunia selama tiga edisi berturut-turut,” kata Capello.
"Membayangkan adanya perilaku tidak bersih dari kalangan wasit akan sangat buruk."
"Namun, saya menentang untuk memberikan vonis terlalu dini. Pertama-tama, proses hukum bahkan belum dimulai."
"Kita belum sampai pada tahap pelimpahan ke pengadilan untuk satu pun individu, tetapi seolah-olah seluruh sistem sepak bola akan runtuh. Mari kita batasi tanggung jawabnya,”ucap Capello.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang