Aceh Semakin Diminati Turis Asing, Malaysia Terbanyak Agustus 2025

Malaysia, Aceh, turis asing, turis lokal, Aceh Semakin Diminati Turis Asing, Malaysia Terbanyak Agustus 2025

Aceh semakin diminati turis asing dan lokal dalam beberapa bulan terakhir. 

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Akmal Fajar mengatakan, ada peningkatan jumlah kunjungan turis asing dan lokal  dalam beberapa bulan terakhir.

Akmal menyebutkan, tren kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, terus menunjukkan peningkatan setiap bulan.

“Alhamdulillah, tren kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari negeri jiran Malaysia, terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan,” kata Akmal seperti dilansir dari Antara, Sabtu (4/10/2025).

Jumlah turis Malaysia yang liburan ke Aceh pada bulan Agustus 2025 yakni sebanyak 3.210 kunjungan, sedangkan bulan Agustus 2024 sebanyak 2.217 kunjungan.

Sementara itu, jumlah kunjungan turis asing lainnya pada bulan Agustus 2025 tercatat di bawah 100 kunjungan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah turis asing yang berkunjung ke Aceh pada Agustus 2025 mencapai 4.314 kunjungan, meningkat 4,85 persen dibandingkan Juli 2025. Angka tersebut juga naik 41,81 persen dibandingkan Agustus 2024.

Kunjungan ini tercatat melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan Sabang sebagai dua pintu masuk utama ke Aceh.

Peningkatan kunjungan tersebut, lanjut Akmal, tak terlepas dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat daya tarik destinasi dan memperluas konektivitas wisata.

Disbudpar Aceh bersama InJourney dan sejumlah mitra strategis menggelar pertemuan Culture and Destination Development (CDD).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pengembangan pariwisata Aceh melalui kerja sama lintas sektor yang lebih terintegrasi.

Pemerintah Aceh mendorong kolaborasi antara pemerintah, pengelola bandara, maskapai penerbangan, asosiasi pariwisata, dan pelaku usaha.

Branding “The Light of Aceh” juga terus diperkuat dengan menonjolkan potensi wisata religi, sejarah, kuliner, bahari, dan budaya, serta mengintegrasikan promosi dengan kampanye nasional Kementerian Pariwisata dan InJourney untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama negara-negara prioritas seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Selain memperkuat aksesibilitas dan promosi, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar juga terus memperkaya atraksi wisata.

Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan pihaknya telah meluncurkan sebanyak 42 agenda wisata, budaya, dan ekonomi kreatif yang terangkum dalam program Khazanah Piasan Nanggroe 2025.

Agenda tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota dan menjadi kalender event unggulan Aceh.

Beragam festival budaya, pertunjukan seni, dan kegiatan ekonomi kreatif dihadirkan secara kolaboratif untuk menarik minat wisatawan dan memberikan pengalaman khas Aceh yang berkesan.

“Melalui penguatan konektivitas udara, peningkatan daya tarik destinasi, serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata yang terkoneksi, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Almuniza.

Pesona alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan visi “The Light of Aceh” sebagai ikon pariwisata yang bersinar di tingkat nasional dan regional.