Ingin Ada Live Cooking di Pernikahan? Ini Saran Wedding Planner

pernikahan, Wedding planner, live cooking, intimate wedding, live cooking adalah, live cooking pernikahan, live cooking di pernikahan, pernikahan intimate, Ingin Ada Live Cooking di Pernikahan? Ini Saran Wedding Planner

Ingin menghadirkan live cooking di pernikahan nanti? Wedding planner dari Marry Me Weddings, Jovian Sulaiman menuturkan beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

Adapun live cooking adalah pertunjukan memasak yang ditampilkan oleh para koki, biasanya saat acara kuliner. Namun, jenis pernikahan seperti apa yang cocok untuk sesi live cooking?

“Pernikahannya harus intimate,” ucap Jovi saat ditemui Kompas.com di Bridestory Market 2025 di Hall 1-1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/10/2025).

Intimate wedding umumnya hanya mengundang tidak lebih dari 400 tamu. Sementara itu, live cooking memerlukan waktu untuk menghidangkan beberapa makanan.

pernikahan, Wedding planner, live cooking, intimate wedding, live cooking adalah, live cooking pernikahan, live cooking di pernikahan, pernikahan intimate, Ingin Ada Live Cooking di Pernikahan? Ini Saran Wedding Planner

Wedding Planner Jovian Sulaiman dari Marry Me Weddings saat ditemui di Bridestory Market yang digelar di Hall 1-2 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, 2-5 Oktober 2025.

Apabila acara pernikahan digelar dalam skala besar dengan jumlah tamu undangan yang lebih banyak, apalagi ditambah dengan sesi live cooking yang tidak memadai, para tamu bisa marah karena makanan yang tersedia sangat terbatas.

“Dan kalau bisa venue outdoor karena pasti akan ngebul kalau memasak di venue indoor,” kata Jovi.

Kenapa live cooking harus di intimate wedding?

pernikahan, Wedding planner, live cooking, intimate wedding, live cooking adalah, live cooking pernikahan, live cooking di pernikahan, pernikahan intimate, Ingin Ada Live Cooking di Pernikahan? Ini Saran Wedding Planner

Live cooking di pernikahan bukanlah ide buruk, tapi ada beberapa hal yang harus diketahui calon mempelai. Simak selengkapnya.

Menurut Jovi, intimate wedding cenderung lebih simpel. Bisa saja, pengantin tidak menghadirkan hiburan berupa live music agar keintiman antara mereka dengan para tamu lebih terasa.

Ketika ada live music, obrolan bisa terganggu karena suara penyanyi terlalu kencang, atau lawan bicara terlalu asyik bernyanyi.

“Nah, sebagai hiburan baru, akhirnya ada live cooking, misalnya teppanyaki. Itu bisa menarik perhatian para tamu agar keseruan acara pernikahan tetap didapatkan,” terang Jovi.

Rasa makanan yang baru dimasak oleh para koki, dengan yang sudah tersedia prasmanan atau stand makanan, tentunya tidak jauh berbeda karena dimasak oleh orang yang sama.

Namun, yang membedakan adalah pengalaman menghadiri acara pernikahan tersebut. Alih-alih hanya disuguhi oleh deretan makanan siap santap, para tamu bisa melihat langsung proses pembuatan satu atau beberapa makanan.

“Karena kan intimate wedding sudah simpel, (umumnya) enggak ada upacara adat, dekorasinya juga (simpel), jadi untuk menarik perhatian dialihkannya ke live cooking. Untuk seru-seruan,” pungkas Jovi.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.