Tren Dekorasi Pernikahan, Warna Bold yang Berani dan Berkarakter Semakin Diminati
Industri pernikahan terus berkembang, begitu juga tren setiap unsur dalam pernikahan ikut terus berubah. Misalnya adalah warna dekorasi.
Beberapa tahun lalu, bold diprediksi bakal menjadi tren warna dekorasi pernikahan yang semakin diminati. Rupanya, hal ini terlihat sepanjang tahun 2025.
“Setiap tahun selalu ada tren warna dekorasi terbaru, dan tren warna dekorasi tahun ini lebih ke bold,” ungkap seorang wedding planner dari Marry Me Weddings, Jovian Sulaiman, saat ditemui di Bridestory Market 2025 di Hall 1-1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/10/2025).
Warna-warna seperti merah marun, merah cerah, hijau zamrud, ungu, magenta, dan kuning, misalnya, mulai banyak dipilih oleh pasangan muda agar pesta pernikahan mereka mencolok dan lebih berkarakter.
Ramainya peminatan terhadap warna bold pada dekorasi pernikahan sejalan dengan sifat anak-anak muda yang lebih berani dalam bereksperimen dengan warna, dan ingin tampil beda.
Terkadang, warna bold tidak hanya diterapkan pada dekorasi pernikahan, tetapi juga baju pengantin. Misalnya saja pernikahan pesepak bola Rizky Ridho dengan kekasihnya, Sendy Aulia, pada 22 Juni 2025.
Dekorasi pesta pernikahan mereka sangat mencolok, karena kombinasi beragam warna yang berani. Baju pengantin keduanya saat resepsi punberwarna bold, yaitu merah marun dan biru.
Selaras dengan pilihan dekorasi bunga
Jovi mengatakan bahwa tren warna dekorasi tahun ini selaras dengan pilihan dekorasi bunga, yang mana bunga artifisial lebih banyak peminatnya.
“Sebenarnya sekarang dekorasi bunga sudah mulai bergeser. Sekarang lebih banyak yang memilih bunga artifisial karena warnanya,” ucap dia.
Secara alamiah, jarang ada bunga dengan pilihan warna yang sangat beragam dan sangat mencolok. Inilah mengapa para pengantin muda lebih menyukai bunga artifisial.
“Warna bunga kan itu-itu saja, enggak mengikuti zaman, sedangkan (industri pernikahan) akan ada banyak tren warna-warna baru. Akhirnya, bunga-bunga artifisial ini digemari karena pilihan warnanya saat ini bagus-bagus,” kata Jovi.
Selain itu, ada keterbatasan dalam pemakaian bunga asli. Belum tentu jumlah yang tersedia mencukupi kebutuhan untuk mendekorasi pesta pernikahan.
Bunga asli pun berisiko layu. Hal ini tentu akan membuat dekorasi terlihat kurang menarik.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.