Provinsi dengan Penduduk Miskin Terbanyak 2025, Jawa Timur Tempati Posisi Pertama

angka kemiskinan, penduduk miskin, provinsi termiskin, provinsi termiskin di Indonesia, Provinsi dengan Penduduk Miskin Terbanyak 2025, Jawa Timur Tempati Posisi Pertama, Jawa Timur Catat Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak, Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Papua Pegunungan, Bali Jadi Provinsi dengan Kemiskinan Terendah, Garis Kemiskinan Nasional, Perdesaan vs Perkotaan

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru terkait tingkat kemiskinan di Indonesia berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

Secara nasional, tingkat kemiskinan pada Maret 2025 tercatat 8,47 persen, lebih rendah dibanding 8,57 persen pada September 2024.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin mencapai 23,85 juta orang, turun 0,20 juta dibanding September 2024 dan lebih rendah 1,37 juta orang dibanding Maret 2024.

Jawa Timur Catat Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak

Jika dilihat dari jumlah absolut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan penduduk miskin terbanyak di Indonesia tahun 2025, yakni sebanyak 3.875.880 orang.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat (3,65 juta orang) dan Jawa Tengah (3,36 juta orang).

Berikut 10 provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak 2025:

  1. Jawa Timur – 3.875.880 orang
  2. Jawa Barat – 3.654.740 orang
  3. Jawa Tengah – 3.366.690 orang
  4. Sumatera Utara – 1.140.250 orang
  5. Nusa Tenggara Timur (NTT) – 1.088.780 orang
  6. Sumatera Selatan – 919.600 orang
  7. Lampung – 887.020 orang
  8. Banten – 772.780 orang
  9. Aceh – 704.690 orang
  10. Sulawesi Selatan – 698.130 orang

Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Papua Pegunungan

Meski Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, jika dilihat dari tingkat kemiskinan (persentase penduduk miskin), kondisi terberat justru terjadi di kawasan timur Indonesia.

Papua Pegunungan mencatat angka kemiskinan tertinggi di Indonesia, yakni 30,03 persen.

Disusul Papua Tengah (28,90 persen), Papua Barat (20,66 persen), Papua Selatan (19,71 persen), dan Papua (19,16 persen).

angka kemiskinan, penduduk miskin, provinsi termiskin, provinsi termiskin di Indonesia, Provinsi dengan Penduduk Miskin Terbanyak 2025, Jawa Timur Tempati Posisi Pertama, Jawa Timur Catat Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak, Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Papua Pegunungan, Bali Jadi Provinsi dengan Kemiskinan Terendah, Garis Kemiskinan Nasional, Perdesaan vs Perkotaan

Suasanya aktivitas warga RW 12, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2024).

Berikut 10 provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi 2025:

  1. Papua Pegunungan – 30,03%
  2. Papua Tengah – 28,90%
  3. Papua Barat – 20,66%
  4. Papua Selatan – 19,71%
  5. Papua – 19,16%
  6. Nusa Tenggara Timur (NTT) – 18,60%
  7. Papua Barat Daya – 17,95%
  8. Maluku – 15,38%
  9. Gorontalo – 13,24%
  10. Aceh – 12,33%

Bali Jadi Provinsi dengan Kemiskinan Terendah

Di sisi lain, provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Bali, yang hanya mencatat 3,72 persen.

Disusul Kalimantan Selatan (3,84 persen), DKI Jakarta (4,28 persen), dan Kepulauan Riau (4,44 persen).

Berikut 10 provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah 2025:

  1. Bali – 3,72%
  2. Kalimantan Selatan – 3,84%
  3. DKI Jakarta – 4,28%
  4. Kepulauan Riau – 4,44%
  5. Kepulauan Bangka Belitung – 5,00%
  6. Kalimantan Timur – 5,17%
  7. Kalimantan Tengah – 5,19%
  8. Sumatera Barat – 5,35%
  9. Kalimantan Utara – 5,54%
  10. Banten – 5,63%

Garis Kemiskinan Nasional

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa pada Maret 2025 rata-rata garis kemiskinan nasional tercatat sebesar Rp 609.160 per kapita per bulan.

Artinya, sebuah rumah tangga dengan rata-rata 4,72 anggota yang memiliki pengeluaran di bawah Rp 2.875.235 per bulan, masuk kategori miskin.

Ateng menambahkan, garis kemiskinan dihitung berdasarkan kebutuhan dasar rumah tangga, baik makanan maupun non-makanan, dan tiap daerah memiliki perbedaan garis kemiskinan sesuai harga serta pola konsumsi masyarakat setempat.

Perdesaan vs Perkotaan

Data BPS juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat kemiskinan antara perdesaan dan perkotaan.

Pada Maret 2025, kemiskinan di perdesaan tercatat 11,03 persen, sementara di perkotaan sebesar 6,73 persen.

Menariknya, angka kemiskinan di perdesaan justru mengalami penurunan, sedangkan di perkotaan terjadi sedikit kenaikan.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .