Maskapai Penerbangan Ini Bakal Pangkas 4.000 Pekerjaan, Diganti AI

lufthansa group airlines, lufthansa group phk karyawan, lufthansa group phk karyawan ganti AI, alasan lufthansa group phk karyawan, Maskapai Penerbangan Ini Bakal Pangkas 4.000 Pekerjaan, Diganti AI

Maskapai penerbangan Lufthansa Group berencana memangkas 4.000 posisi pekerjaan pada 2030 mendatang.

Dilansir dari AP News, Selasa (30/9/2025), maskapai penerbangan asal Jerman ini akan mengganti ribuan posisi pekerjaan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Reuters pada Jumat (26/9/2025), maskapai Lufthansa Group berencana memangkas sekitar 20 persen staf nonoperasionalnya.

Pengurangan tenaga kerja ini terutama akan dilakukan di Jerman. Kepala Keuangan Till Streichert kemudian mengatakan, grup maskapai ini berharap mempekerjakan 1.500 staf administrasi di lokasi internasional lainnya untuk menyeimbangkan biaya.

Lufthansa Group telah berjuang untuk memangkas biaya dan mengejar pertumbuhan seiring dengan upayanya menghadapi tantangan ketenagakerjaan dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun lalu, maskapai ini mengeluarkan dua peringatan laba dan menurunkan target untuk mencapai margin operasional delapan persen pada tahun tersebut.

"Kami jelas tertinggal dari beberapa pesaing kami dalam hal kinerja keuangan," ujar Kepala Eksekutif Lufthansa Carsten Spohr dalam acara pasar modal perusahaan, dikutip dari Reuters.

Untuk diketahui, grup maskapai penerbangan ini mencakup sejumlah maskapai penerbangan terbesar di Jerman, yakni Lufthansa, serta Austrian Airlines, Swiss, Brussels Airlines, dan ITA Airway.

Protes dari pilot

Seorang anggota serikat pekerja yang mewakili karyawan Lufthansa termasuk staf penanganan, Verdi, mengkritik pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut.

lufthansa group airlines, lufthansa group phk karyawan, lufthansa group phk karyawan ganti AI, alasan lufthansa group phk karyawan, Maskapai Penerbangan Ini Bakal Pangkas 4.000 Pekerjaan, Diganti AI

Serikat pilot Lufthansa akan menyelesaikan pemungutan suara mengenai apakah akan melakukan pemogokan terkait keputusan ini.

Para eksekutif perusahaan mengancam akan memindahkan lebih banyak pekerjaan ke anak perusahaan yang lebih baru sekaligus lebih murah dalam grup tersebut, seperti City Airlines dan Discover.

Lufthansa telah berulang kali mengatakan bahwa manajemen biaya jauh lebih mudah di pangkalan-pangkalannya yang lain, seperti Roma, tempat maskapai penerbangan Italia milik minoritas Lufthansa, ITA Airways, berlokasi.

Grup maskapai ini bahkan berencana untuk menambah lebih dari 230 pesawat baru pada 2030, sekaligus memperdalam kerja sama antar maskapainya untuk meningkatkan keuntungan.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.