GIAMM Minta Pemerintah Beri Insentif untuk Industri Komponen

Industri komponen turut menelan pil pahit dari lesunya pasar otomotif Indonesia. Membuat mereka harus menarik ikat pinggang lebih kencang lagi.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sejak Januari sampai Agustus 2025 penjualan mobil baru secara retail sales hanya 522.162 unit.

Angka di atas terkoreksi atau turun sampai 10,7 persen bila dibandingkan dengan pencapaian pada periode serupa di 2024 yang menyentuh 584.847 unit.

Kemudian kondisi semakin parah setelah adanya peralihan dari mobil Internal Combustion Engine (ICE) ke Electric Vehicle (EV).

VinFast

“Kita semua tahu bahwa saat ini sedang adanya disrupsi peralihan ke kendaraan listrik atau EV, itu menjadi tantangan bagi kami,” ungkap Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Ketua Umum Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) di Jakarta, Rabu (17/09).

Hamdhani juga mengatakan kalau banjirnya impor mobil listrik utuh turut memberikan tekanan lebih ke industri komponen.

Bahkan memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Membuat masyarakat kehilangan mata pencahariannya.

Oleh sebab itu GIAMM meminta kepada pemerintah buat memberikan stimulus berupa insentif guna menggairahkan industri komponen lokal.

“Tentu banyak sebenarnya ide atau upaya yang sedang atau akan kami sampaikan ke pihak pemerintah,” Hamdhani menambahkan.

Adapun untuk skema insentif yang diharapkan berupa subsidi atau keringan pajak bagi para pelaku usaha di industri komponen.

Meski begitu Hamdhani belum mau memberikan secara detail terkait bentuk stimulus yang ingin mereka ajukan ke Presiden Prabowo Subianto.

“Terlalu detail untuk saya sampaikan di sini, tetapi semua tujuannya untuk memberikan stimulus kepada industri supaya bergerak lebih positif,” tegas dia.

DPR Juga Usulkan Insentif

Sekadar mengingatkan, DPR RI turut mengusulkan pemerintah memberikan perhatian lebih untuk industri komponen otomotif.

“Kontribusi UMKM dalam rantai pasok industri otomotif sangat besar, mulai dari penyediaan komponen hingga jasa pendukung,” ungkap Siti Mukaromah, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di laman resmi PKB.

GIAMM Sebut Insentif Mobil Produksi Lokal Bisa Bantu Cegah PHK

Siti menjelaskan kalau pemerintah dapat memberikan insentif untuk industri komponen otomotif yang ada di Tanah Air.

Sebab hal tersebut mampu memberikan dampak positif. Seperti menekan biaya produksi motor maupun mobil.

Lalu harga kendaraan bermotor menjadi lebih terjangkau. Otomatis lapangan kerja juga akan semakin terbuka luas.

“Regulasi yang komprehensif dan berorientasi jangka panjang sangat dibutuhkan agar industri ini tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing secara global hingga dapat menghindarkan dari PHK massal,” menutup perkataannya.