Impor Pikap Ribuan Unit dari India Rugikan Industri Komponen

 Sekitar 105.000 unit mobil pikap diimpor secara utuh atau Completely Built Up (CBU) akan datang dari India.

Ratusan ribu pikap bermerek Mahindra dan Tata Motors bakal digunakan oleh PT Agrinas Palma Nusantara buat mobilitas di area pedesaan.

Keputusan untuk impor pikap itu menuai kritik dari banyak pihak, seperti Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM).

Pihak GIAMM menyorot impor pikap berpeluang merugikan industri komponen dalam negeri. Apalagi jumlahnya tidak sedikit.

Mahindra

“Dampaknya cukup besar, 105.000 unit itu sama dengan setengah dari penjualan satu tahun kendaraan komersial di Indonesia,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Jumat (20/02).

Sebagai gambaran, wholesales pikap di Indonesia sepanjang 2025 adalah 107.008 unit. Tidak jauh berbeda dari jumlah yang diimpor dari Mahindra dan Tata Motors.

Rachmat mengungkapkan, artinya industri komponen kehilangan suplai normal ke setiap merek produsen pikap.

“Satu Agen Pemegang Merek (APM) biasanya punya supply chain 300 perusahaan dari tier satu sampai tier tiga, belum lagi IKM dan industri karoseri yang terlibat,” kata Rachmat.

Langkah impor ribuan unit mobil pikap tersebut juga berpotensi memberikan dampak buruk buat pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja yang erat kaitannya dengan industri komponen.

“Paling tidak, order dari dalam negeri. Jangan impor terus,” tegas Rachmat.

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ikut buka suara terkait impor pikap yang dilakukan oleh PT Agrinas Palma Nusantara.

Saat ini, Indonesia menaungi puluhan anggota dari berbagai perusahaan otomotif yang di dalamnya termasuk produsen pikap.

Seluruhnya memiliki kemampuan atau kapabilitas buat memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri.

Kata Toyota soal Peluang Hilux Rangga versi Penggerak 4x4

“Namun memang diperlukan waktu memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo dalam keterangan resmi.

Dari 61 anggota, ada tujuh di antaranya menawarkan deretan pikap berpenggerak 4x2 rakitan lokal. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) seluruhnya diklaim mencapai 40 persen ke atas.

Tujuh perusahaan produsen pikap itu di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.