ARM Umumkan CPU Baru C1, Tinggalkan Penamaan "Cortex"

C1-Ultra, C1-Nano, C1-Premium, C1-Pro, G1-Ultra, G1-Premium, G1-pro, ARM Umumkan CPU Baru C1, Tinggalkan Penamaan

Pembuat arstitektur chip smartphone kenamaan, ARM merombak penamaan untuk prosesor (CPU) rancangan mereka.

Kini, nama “Cortex” yang bertahun-tahun melekat pada CPU ARM, resmi ditinggalkan dan diubah namanya (rebranding) menjadi ARM C1.

Ada empat model yang menjadi turunan dari ARM C1, yaitu C1-Ultra, C1-Premium, C1-Pro, dan C1-Nano. 

C1-Ultra merupakan pengganti dari CPU performa tinggi ARM yang biasanya memiliki nama model Cortex-X9xx.

Lalu C1-Pro dan C1-Nano masing-masing merupakan rebranding dari Cortex-A7xx dan Cortex-A5xx. 

Sementara itu, C1-Premium adalah desain CPU yang sepenuhnya baru. CPU ini akan menyasar perangkat kelas menengah atas atau premium, satu level di bawah perangkat flagship

Semua seri CPU ARM C1 ini dibangun di atas arsitektur ARMv9.3 dan mendukung Scalable Matrix Extension 2 (SME2).

SME2 diklaim dapat mengakselerasi pemrosesan AI sekaligus meningkatkan efisiensi dalam beban kerja sehari-hari, seperti decoding video HDR.

C1-Ultra, C1-Nano, C1-Premium, C1-Pro, G1-Ultra, G1-Premium, G1-pro, ARM Umumkan CPU Baru C1, Tinggalkan Penamaan

Performa CPU ARM C1.

Sama seperti sebelumnya, seri CPU ARM C1 sendiri dapat dikonfigurasikan sefleksibel mungkin, mulai dari 1 hingga 14 inti, dengan kombinasi hingga tiga tipe prosesor sekaligus, tergantung vendor smartphone.

Misalnya, satu CPU C1-Ultra bisa dikombinasikan dengan tiga CPU C1-Pro dan empat CPU C1-Nano. Kombinasi ini akan membuat smartphone bisa fokus di performa atau hemat daya. 

Secara garis besar, ARM mengeklaim performa rata-rata seluruh CPU ini meningkat 30 persen dari generasi sebelumnya. Efisiensi daya juga disebut 12 persen lebih baik untuk aktivitas harian seperti video streaming, browsing, dan media sosial.

Lalu, dukungan SME2 juga bisa membuat fitur AI berjalan lebih cepat. ARM menyebut latensi atau jeda model pengenalan suara Whisper Base diklaim bisa ditekan hingga 4,7 kali.

Sementara itu, performa AI pada model Google Gemma 3 juga disebut dapat meningkat hingga 4,7 kali dari generasi sebelumnya.

Klaim lain ARM untuk empat model CPU terbarunya ini adalah sebagai berikut:

  • C1-Ultra (pengganti Cortex-X9xx): fokus pada peningkatan Instructions Per Cycle (IPC). Kinerjanya 25 persen lebih cepat dibanding Cortex-X925 untuk tugas single-thread.
  • C1-Premium: varian baru untuk perangkat kelas menengah atas. Luas die 35 persen lebih kecil dibanding Ultra sehingga lebih hemat biaya produksi, namun tetap efisien.
  • C1-Pro (pengganti Cortex-A7xx): ditujukan untuk kinerja berkelanjutan, dengan peningkatan hingga 16 persen pada gaming dibanding Cortex-A725.
  • C1-Nano (pengganti Cortex-A5xx): difokuskan pada efisiensi daya, 26 persen lebih hemat energi dibanding Cortex-A520.

GPU baru Mali G1

C1-Ultra, C1-Nano, C1-Premium, C1-Pro, G1-Ultra, G1-Premium, G1-pro, ARM Umumkan CPU Baru C1, Tinggalkan Penamaan

Ilustrasi GPU Mali G1-Ultra.

Selain CPU, ARM juga meluncurkan GPU seri Mali G1. ARM merilis Mali G1 dalam tiga model yang menyesuaikan segmen perangkat, yaitu sebagai berikut:

  • Mali G1-Ultra: memiliki 10 inti shader atau lebih, ditujukan untuk flagship dengan performa grafis tertinggi dan ray tracing penuh.
  • Mali G1-Premium: 6–9 inti shader, ditujukan untuk kelas premium di bawah Ultra, tetap dengan opsi ray tracing.
  • Mali G1-Pro: 1–5 inti shader, untuk perangkat mainstream/kelas menengah dengan performa lebih hemat daya.

Untuk soal ray tracing atau pemrosesan efek visual yang fokus di cahaya, GPU Mali G1 menghadirkan teknologi Ray Tracing Unit generasi kedua (RTUv2) yang disebut memiliki dua kali peningkatan performa ray tracing dibanding GPU Immortalis-G925.

Dengan RTUv2, GPU Mali G1-Ultra diklaim dapat memberikan frame rate 40 persen lebih tinggi dengan efek ray tracing, serta pengolahan gambar 20 persen lebih cepat dengan efisiensi daya yang meningkat 9 persen dari generasi sebelumnya. 

Performa AI GPU ini juga disebut 20 persen lebih "ngebut" dibanding GPU Immortalis-G925.

Dalam pengujian internal, ARM menyebut GPU ini memiliki performa yang lebih baik ketika menjalankan beberapa judul game populer, seperti Arena Breakout, Honkai Star Rail, Genshin Impact, hingga Fortnite. 

Di keempat game tersebut, GPU Mali G1-Ultra disebut dapat memiliki peningkatan mencapai 25 persen, 19 persen, 17 persen, dan 11 persen. 

Seluruh GPU Mali G1 dapat dikonfigurasi dengan 1 hingga 24 shader core (komponen pemrosesan gambar) dan mendukung teknologi Accuracy Super Resolution (ASR).

ASR adalah teknologi yang bisa meningkatkan resolusi gambar dari kecil ke besar, mirip teknologi DLSS milik Nvidia.

Segera hadir di smartphone

C1-Ultra, C1-Nano, C1-Premium, C1-Pro, G1-Ultra, G1-Premium, G1-pro, ARM Umumkan CPU Baru C1, Tinggalkan Penamaan

Konfigurasi sistem ARM Lumex CSS Platform yang menggabungkan CPU C1 dan GPU G1.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSMArena, Sabtu (13/9/2025), ARM mengatakan perangkat konsumen dengan kombinasi CPU C1 dan GPU Mali G1 akan hadir dalam waktu dekat.

Mereka tak menyebut kapan waktu rincinya. Namun yang jelas, ketika semua CPU dan GPU ARM baru ini hadir, penamaannya bisa dibilang akan lebih mudah diingat ketimbang harus menghapal penomoran di model Cortex.

Adapun CPU ARM C1 dan Mali G1 akan menjadi bagian dari subsistem komputasi baru yang dijuluki ARM Lumex Compute Subsystem (CSS). “Lumex” digunakan khusus untuk desain chip perngkat mobile. 

Untuk segmen PC, ARM memiliki desain chip bernama "Niva", sedangkan untuk perangkat otomotif arsitektur chip barunya adalah "Zena".

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.