Tetanggaan, Bule Jerman Ini Ngaku Ada yang Aneh Tiap Lewat Rumah Ferdy Sambo

Ferdy Sambo
Ferdy Sambo

 Seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman yang tinggal di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik setelah membagikan pengalamannya hidup bertetangga dengan pejabat tinggi di Indonesia. Perempuan bernama Jane, yang aktif di media sosial lewat akun @janejalanjalan, mengaku sudah menetap di kawasan Kemang selama 5 tahun terakhir.

Diketahui, Kemang dikenal sebagai salah satu kawasan elite ibu kota. Bukan hanya dihuni oleh ekspatriat dan kalangan selebritas, kawasan ini juga menjadi tempat tinggal sejumlah pejabat pemerintahan dan perwira tinggi kepolisian. Salah satu rumah yang berada di lingkungannya adalah milik Ferdy Sambo, terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

"Hai, aku tinggal di Kemang di Jakarta Selatan dan di sini, ada banyak sekali rumah megah dari pejabat polisi dan pejabat pemerintah," ujar Jane, dalam unggahan videonya, dikutip Jumat 12 September 2025. 

Selama bertahun-tahun menetap di sana, Jane mengaku sering melihat pemandangan yang baginya terasa janggal. Hampir setiap hari ia melewati rumah Ferdy Sambo dan sejumlah pejabat lainnya. Menurutnya, tak jarang ia mendapati mobil-mobil mewah terparkir di garasi dan karya seni bernilai tinggi dipajang di rumah-rumah tersebut.

"5 tahun tinggal di sini, setiap pagi aku melewati rumah Ferdy Sambo. Aku lihat mobil-mobil besar dan karya-karya seni dari pejabat yang lain," ungkapnya.

Perempuan yang kerap disebut mirip Luna Maya itu kemudian membandingkan gaya hidup pejabat di Indonesia dengan di negara asalnya, Jerman. Di sana, kata Jane, pejabat pemerintah tidak terbiasa hidup glamor.

"Ini sudah menjadi hal yang biasa aja, tapi sebenarnya ini bukan hal biasa. Kalau di negara aku, pasti pejabat tidak tinggal seperti raja," katanya.

Fenomena tersebut, menurut Jane, membuatnya paham mengapa masyarakat Indonesia kerap meluapkan amarah saat melihat gaya hidup pejabat yang jauh dari kesederhanaan.

"Jadi kalian boleh marah. Aku juga marah walaupun aku bukan orang Indonesia. Dan apalagi kehidupan kalian jauh lebih susah daripada kehidupan aku," tegasnya.

Jane menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa ketimpangan sosial yang ia saksikan setiap hari di lingkungan tempat tinggalnya terasa menyakitkan.

"Karena ini hal yang sangat tidak adil," tambahnya.