Bawa-bawa Nama Lisa BLACKPINK, TikToker Shegan Ngaku Gak Tahu Ada Aturan Hukumnya

Shegan
Shegan

 Nama kreator konten Shegan tengah menjadi perbincangan hangat setelah dirinya terseret polemik terkait penggunaan nama besar Lisa BLACKPINK dalam sebuah aktivitas promosi. Isu tersebut memantik reaksi keras dari para penggemar sang idol, yang dikenal dengan sebutan Lilies, baik di Indonesia maupun Thailand.

Kisruh bermula dari beredarnya video yang direkam di kawasan Blok M, Jakarta. Dalam video tersebut, Shegan terlihat dikerumuni sejumlah orang. Momen itu terjadi bertepatan dengan kabar kedatangan Lisa ke Jakarta untuk keperluan syuting. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut lantas memicu spekulasi di media sosial bahwa Shegan diduga menggelar acara temu penggemar dengan memanfaatkan kemiripan wajahnya dengan personel girl group asal Korea Selatan tersebut.

Menanggapi tudingan yang berkembang, Shegan akhirnya angkat bicara melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya. Dalam klarifikasinya, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi.

“Halo semuanya, saya Shegan. Sebelumnya saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada Lisa Blackpink dan juga Lilis atas isu yang beredar akhir-akhir ini. Dikarenakan saya lengah dan tidak teliti atas pekerjaan yang saya ambil dengan menggunakan nama Lisa Blackpink yang mana ternyata hal itu sangat merugikan nama besar Lisa Blackpink dan juga Lilies,” ujar Shegan, yang dikutip dari video di akun TikTok-nya pada Selasa, 3 Maret 2026.

Ia mengakui kurang cermat dalam mempertimbangkan dampak hukum dan persepsi publik ketika menyetujui konsep promosi yang membawa nama idol asal Thailand tersebut.

"Saya mengakui kesalahan saya sebagai talent dan juga content creator yang menyepakati adanya gimmick yaitu membawa nama Lisa Blackpink dalam sebuah promosi yang mana saya kira tidak akan menjadi masalah karena ketidaktahuan saya," jelasnya.

Lebih lanjut, Shegan menyatakan bahwa dirinya tidak memahami adanya aturan hukum yang mengatur penggunaan nama figur publik untuk kepentingan komersial.

"Ternyata di balik semua itu ada hukum yang berlaku. Saya akui saya ceroboh sehingga memicu amarah dari berbagai belah pihak yang pantas saya terima,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga membantah keras tudingan bahwa dirinya menggelar fan meeting atau meet and greet dengan mengatasnamakan Lisa. Menurutnya, kehadirannya di Blok M murni untuk kebutuhan produksi konten promosi sebuah produk perawatan rambut.

“Namun izinkan saya klarifikasi sedikit terkait video yang viral di Blok M bahwa saya datang ke sana hanya untuk membuat video yang bertemakan ngabuburit bersama brand produk hair care tersebut. Dan itu bukanlah acara fan meet atau meet and greet seperti yang diisukan di sosial media,” jelas Shegan.

Ia menambahkan bahwa konten tersebut bahkan belum dipublikasikan ketika isu terlanjur menyebar luas.

“Bahkan video yang saya buat pun masih tahap editing pada saat itu, belum sempat saya post dan saya hanya menyapa kepada teman-teman yang mengikuti kegiatan bersama brand tersebut juga,” jelasnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Shegan memang kerap disebut memiliki kemiripan visual dengan Lisa. Namun, kontroversi mencuat ketika muncul dugaan bahwa kemiripan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan komersial dengan mencatut nama sang idol. Reaksi kekecewaan pun datang dari berbagai komunitas penggemar, termasuk dari Thailand.

Di akhir pernyataannya, Shegan kembali menegaskan bahwa tidak pernah ada niat untuk menyamar atau mengadakan acara atas nama Lisa. Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran penting agar dirinya lebih berhati-hati dalam menggunakan nama figur publik, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem media sosial yang lebih profesional dan bertanggung jawab.