KPK Tegaskan Tak Cari Sensasi dengan Pemeriksaan Lisa Mariana, Apa Perannya di Kasus Bank BJB?

korupsi iklan bank bjb, korupsi iklan BJB, Lisa Mariana, lisa mariana akui terima uang dari ridwan kamil, lisa mariana akui dapat aliran dana dari RK, KPK Tegaskan Tak Cari Sensasi dengan Pemeriksaan Lisa Mariana, Apa Perannya di Kasus Bank BJB?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pemeriksaan selebgram Lisa Mariana Presley Zulkandar (LM) dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB periode 2021–2023 bukanlah upaya mencari perhatian publik.

Pemeriksaan tersebut disebut murni bagian dari upaya mendalami dugaan aliran dana yang terkait dengan kasus tersebut.

“Kami memanggil saudari LM itu bukan dalam rangka cari sensasi. Kami menduga ada aliran di sana. Kami mendalami iya atau tidaknya,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/9/2025) dikutip dari Antara.

Mengapa Keterangan Lisa Mariana Penting bagi KPK?

Menurut Asep, keterangan dari Lisa Mariana dapat menjadi bahan penting ketika KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dugaan aliran dana kepada LM masih dipelajari, termasuk kemungkinan adanya hubungan dengan aliran dana lain yang sudah diketahui penyidik.

Ketika ditanya terkait dugaan aliran dana dari Ridwan Kamil kepada Lisa Mariana, serta dibandingkan dengan aliran dana kepada putra Presiden ke-3 RI B. J. Habibie, Ilham Akbar Habibie (IAH), Asep menyebut pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan.

“Kalau ke IAH beli mobil, kalau LM ini urusannya apa? Ya, ini yang sedang kami dalami ya, ditunggu saja,” katanya.

Lisa Mariana sendiri telah diperiksa oleh KPK sebagai saksi kasus Bank BJB pada 22 Agustus 2025.

korupsi iklan bank bjb, korupsi iklan BJB, Lisa Mariana, lisa mariana akui terima uang dari ridwan kamil, lisa mariana akui dapat aliran dana dari RK, KPK Tegaskan Tak Cari Sensasi dengan Pemeriksaan Lisa Mariana, Apa Perannya di Kasus Bank BJB?

Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Apa Hubungan Kasus Ini dengan Ridwan Kamil?

KPK juga mendalami dugaan aliran dana korupsi proyek pengadaan iklan di Bank BJB periode 2021–2023 yang mengarah kepada Ridwan Kamil saat dirinya berkontestasi di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Asep menegaskan penyidik masih menelusuri kemungkinan dana tersebut digunakan untuk keperluan politik.

“Jadi, aliran dana atau penggunaan dana yang diduga mengalir ke RK itu, kami panggil dan minta keterangan IAH, kemudian LM, termasuk juga sedang kami dalami ke mana lagi, digunakan untuk apa lagi, termasuk apakah digunakan untuk kegiatan keperluan politiknya dan lain-lain,” jelasnya.

Salah satu poin yang disorot adalah pembelian satu unit kendaraan mobil Mercedes-Benz 280 SL oleh Ilham Akbar Habibie atas nama ayahnya, B. J. Habibie, yang juga dikaitkan dengan aliran dana kasus ini.

Siapa Saja yang Sudah Jadi Tersangka?

Dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB, penyidik KPK pada 13 Maret 2025 telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah:

  • Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR)
  • Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bank BJB Widi Hartoto (WH)
  • Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD)
  • Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, Suhendrik (SUH)
  • Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara akibat dugaan korupsi dalam proyek pengadaan iklan Bank BJB ini mencapai Rp222 miliar.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, KPK telah menggeledah rumah Ridwan Kamil terkait penyidikan kasus ini dan menyita sejumlah barang, termasuk sepeda motor hingga mobil.

Namun, hingga Rabu (10/9/2025), tercatat sudah 184 hari sejak penggeledahan tersebut, Ridwan Kamil belum juga dipanggil oleh KPK.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.