Tiga Laga Duduk di Bangku Cadangan, Mo Salah: Seseorang Ingin Saya Disalahkan
Liverpool sedang diterpa kisruh internal setelah Mohamed Salah ungkap kekecewaan hanya menjadi pemain cadangan pada tiga pertandingan beruntun di Liga Inggris.
Situasi itu memuncak setelah laga imbang 3-3 melawan Leeds United, Minggu (7/12/2025).
Salah yang sebelumnya selalu menjadi starter kini tidak lagi masuk line-up utama racikan pelatih Arne Slot.
Ia pun meluapkan kekecewaannya kepada klub dan pelatih di hadapan media.
Salah Akui Hubungan dengan Arne Slot Retak
Dalam tiga pertandingan terakhir, Salah tidak pernah masuk starting squad yang dipimpin Arne Slot.
Ia hanya turun sebagai pemain pengganti saat Liverpool ditahan Sunderland 1-1 di Anfield pada tengah pekan.
Sementara dalam laga melawan Leeds, ia hanya menjadi penonton di bangku cadangan.
Salah mengakui situasi tersebut sangat mengganggunya, apalagi setelah tujuh tahun menjadi bagian penting tim.
"Saya merasa klub sudah melempar saya ke bawah bus. Seseorang ingin saya disalahkan. Klub berjanji begitu banyak pada saya musim panas kemarin, tapi sekarang saya duduk di bangku cadangan," tegasnya.
Nada ucapannya menggambarkan hubungan dengan Slot tidak lagi seperti musim sebelumnya ketika mereka bersama membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris.
“Saya punya hubungan baik dengan manajer. Tiba-tiba kami tidak punya hubungan apa pun. Saya tidak tahu kenapa,” kata Salah.
Bintang asal Mesir itu bahkan menambahkan, “Sepertinya ada seseorang yang tidak menginginkan saya di klub”.
Salah Merasa Jadi Sasaran Kritikan di Media
Salah juga menyinggung perbandingan perlakuan media terhadap dirinya ketika musim yang buruk menerpa The Reds.
Dengan torehan 190 gol dan 89 assist sejak 2017, ia merasa kontribusinya kini tidak dihargai.
“Saya sudah berada di klub ini, mencetak lebih banyak dari siapa pun pada generasi saya sejak datang ke Liga Primer. Saya rasa tidak ada yang mencetak lebih banyak gol dan assist daripada saya, di seluruh Liga Primer,” katanya.
Salah menjadi salah satu pemain terbaik Liga Primer yang mencetak 190 gol yang menjadi yang terbanyak keempat sepanjang sejarah kompetisi.
nya yang berjumlah 89 juga hanya kalah dari Steven Gerrard (92) dalam sejarah Liverpool.
Namun, prestasi gemilang Salah di musim-musim sebelumnya tak berlaku sejauh ini karena ia baru mencetak empat gol dan dua assist di liga dari 13 penampilannya.
Walau begitu, Salah merasa tidak menerima situasi yang terjadi saat ini.
“Kalau saya berada di klub lain, semua orang akan membela pemain itu di media. Saya satu-satunya yang berada dalam situasi seperti ini,” lanjutnya.
Ia membandingkan situasi yang kini dihadapi dengan perlakuan media terhadap Harry Kane.
“Boleh saya beri contoh? Ini konyol, tapi maaf. Dulu Harry Kane tidak mencetak gol selama 10 pertandingan, semua media bilang, ‘Oh, Harry pasti akan segera mencetak gol’. Tapi kalau Mo, semua bilang, ‘Dia harus duduk di bangku cadangan.’ Maaf, Harry!,” katanya.
Salah Tidak Menyesal Perbarui Kontrak dengan The Reds
Meski menyimpan kekecewaan, Salah tidak menyesali keputusannya memperbarui kontrak dengan Liverpool.
"Saya tidak pernah menyesal. Saya pikir saya akan mengakhiri karier di sini. Tapi sekarang semuanya tidak berjalan sesuai rencana," ujarnya.
"Lima bulan lalu saya memenangkan penghargaan, sekarang kenapa harus sampai begini?" kata Salah.
Meski begitu, Salah menegaskan bahwa masalah ini bukan soal rekan setim.
"Para pemain mendukung saya. Mereka tahu betapa saya mencintai mereka. Ini bukan tentang mereka. Hanya hubungan dengan pelatih yang tidak ada lagi," kata dia.
Konflik ini menjadikan Liverpool semakin disorot, selain karena performa tim di musim ini yang dinilai buruk.
Liverpool Terpuruk di Liga Inggris Musim Ini
Setelah menjuarai Liga Inggris musim lalu, Liverpool musim ini tampil mengecewakan.
Dengan investasi besar di bursa transfer, mereka justru terlempar dari persaingan gelar.
Saat ini The Reds berada di posisi ke-8 klasemen Liga Inggris dengan 23 poin dari 15 pertandingan, tertinggal 10 poin dari Arsenal di puncak.
Di laga berikutnya, Liverpool akan melawan Inter Milan di Liga Champions pada Rabu (10/12/2025).
Kemudian mereka kembali ke Anfield menghadapi Brighton & Hove Albion pada Sabtu (13/12/2025).
Pertandingan melawan Brighton diperkirakan menjadi laga terakhir Salah sebelum ia bergabung dengan Timnas Mesir untuk Piala Afrika 2025.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul ”Mo Salah Meledak: 3 Laga Jadi Cadangan, Hubungan dengan Liverpool Hancur, Siap Berpisah Pekan Depan” dan di Antara dengan judul “Mo Salah: Dulu hubungan saya dengan Slot baik, tapi sekarang tidak”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang