Kritik Roy Keane Usai Timnas Inggris Menang Lesu atas Andorra

Thomas Tuchel, Timnas Inggris, Inggris vs Andorra, Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kritik Roy Keane Usai Timnas Inggris Menang Lesu atas Andorra

Timnas Inggris meraih kemenangan 2-0 atas Andorra dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Villa Park, namun performa mereka kembali menuai kritik.

Roy Keane, mantan kapten Manchester United yang kini menjadi pandit, menilai Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel kembali ke “kebiasaan lama” dengan permainan monoton penuh umpan ke samping dan ke belakang.

Kemenangan ini memang menjaga rekor sempurna Timnas Inggris di babak kualifikasi.

Gol bunuh diri pemain Andorra dan sundulan Declan Rice di babak kedua memastikan tiga poin bagi tim asuhan Thomas Tuchel.

Namun, performa yang ditampilkan dianggap belum menunjukkan peningkatan signifikan setelah penampilan buruk pada pertemuan sebelumnya di markas Andorra, Juni lalu.

Keane: Inggris Masih Terjebak Pola Lama

Dalam komentarnya di stasiun televisi lokal ITV, Roy Keane menilai manajer Thomas Tuchel jelas tidak puas dengan performa tim, terutama di babak kedua.

“Manajernya tidak terlihat terlalu senang di akhir laga. Ia pasti frustrasi lagi,” ujar Keane.

“Saya masih berpikir Inggris kembali ke kebiasaan lama malam ini, khususnya di babak kedua. Umpan ke samping, umpan ke belakang. Kita lihat kedua gol mereka, terutama yang kedua, berasal dari umpan silang,” tambahnya.

"Mereka harus lebih sering mengirim bola ke kotak penalti, jangan membuat permainan terlalu rumit. Inggris masih terlalu sering mundur."

Data pertandingan juga mencerminkan kritik tersebut. Inggris menguasai 83 persen bola, namun hanya mampu melepaskan 11 tembakan sepanjang laga.

Dominasi penguasaan bola tidak dibarengi efektivitas dalam menciptakan peluang berbahaya.

Tuchel Tetap Optimistis

Meski menerima kritik, Thomas Tuchel tetap menilai timnya berada di jalur tepat.

Dalam konferensi pers setelah laga, pelatih asal Jerman itu menyatakan puas dengan sikap dan etos kerja para pemain selama pemusatan latihan.

“Saya sangat positif dengan kelompok pemain kali ini, bagaimana mereka berlatih, bagaimana mereka menampilkan diri, dan bagaimana kami bermain hari ini. Saya yakin kami berada di jalur yang benar,” kata Tuchel.

Namun, Tuchel juga tidak menutup mata terhadap kekurangan yang terlihat. Ia secara terbuka menyinggung penampilan lini depan yang kurang tajam, termasuk Eberechi Eze, Noni Madueke, dan Marcus Rashford.

Thomas Tuchel, Timnas Inggris, Inggris vs Andorra, Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kritik Roy Keane Usai Timnas Inggris Menang Lesu atas Andorra

Pelatih kepala timnas Inggris asal Jerman Thomas Tuchel mengawasi para pemain dari pinggir lapangan pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Andorra, di Villa Park, Birmingham, pada 6 September 2025.

“Kami melewatkan momen-momen kecil untuk mempercepat permainan. Mungkin Eze tidak tampil dalam performa terbaiknya hari ini. Noni punya peluang tapi umpan terakhirnya tidak cukup klinis,” ujar Tuchel.

"Rashford juga punya beberapa momen bagus tetapi gagal menuntaskannya dengan assist yang menentukan."

Pelatih berusia 52 tahun itu menambahkan bahwa gol kedua Rice memberikan kebebasan lebih bagi timnya.

“Kami seharusnya bisa mencetak gol kedua lebih awal, karena gol itu memberi kami lebih banyak ruang dan ketenangan,” kata Tuchel.

Timnas Inggris memuncaki klasemen Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan 12 poin dari 4 laga.

Mereka mengungguli Serbia yang mengoeleksi 7 angka dari 3 laga. Kedua negara akan bertemu di Stadion Rajko Mitic pada Selasa (9/9/2025) atau Rabu dini hari WIB.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.