Roy Keane Kritik Harry Kane yang Turun Terlalu Dalam di Timnas Inggris
Persiapan timnas Inggris menjelang Piala Dunia 2026 mendapat sorotan tajam dari pengamat sepak bola, Roy Keane.
Roy Keane melontarkan kritik keras terhadap gaya bermain Harry Kane yang kerap menjemput bola terlalu jauh ke belakang.
Menurutnya, hal itu adalah sebuah kebiasaan yang menurutnya bagaikan sebuah kegilaan dan diyakini tidak akan disukai oleh pelatih Thomas Tuchel.
Kritik dari Roy Keane ini mencuat setelah laga pemanasan skuad The Three Lions melawan Selandia Baru di Tampa, Florida, yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0.
Meskipun Harry Kane tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol tunggal melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Djed Spence jelang turun minum, Keane tetap menilai pergerakan sang striker kurang efektif bagi efisiensi tim.
Sorotan Tajam Sang Legenda
Menyampaikan pandangannya melalui ITV, mantan gelandang tangguh itu menegaskan bahwa skuad asuhan Thomas Tuchel membutuhkan penyerang nomor sembilan mereka untuk tetap berada sedekat mungkin dengan area berbahaya lawan.
Terlebih pada momen-momen penentu di turnamen akbar mendatang.
Padahal, penyerang utama tersebut baru saja menjalani musim yang luar biasa bersama Bayern Munich dengan torehan 61 gol dan tujuh assist dalam 51 penampilan.
Faktor cuaca panas yang terik di lokasi pertandingan juga dinilai menjadi alasan kuat mengapa sang ujung tombak harus lebih menghemat energi dan memposisikan diri setinggi mungkin di area pertahanan musuh, alih-alih ikut repot membangun serangan dari bawah.
"Intinya, Anda tidak keberatan dia turun ke belakang karena dia memiliki jangkauan umpan yang bagus saat turun, tetapi tidak dari lini belakang," kata Keane dikutip dari Daily Mail, Miggu (7/6/2026).
"Ada cuplikan dari babak pertama, mungkin itu hanya karena bosan. Saat pertandingan-pertandingan krusial tiba, jika Harry Kane mendapatkan bola dari lini belakang, bayangkan jika Anda seorang bek dan melihat Kane mendapatkan bola dari lini belakang, Anda pasti senang."
"Dia justru menimbulkan masalah di area yang lebih maju, tetapi tidak mampu mengoper bola ke lini belakang, itu gila."
Mantan kapten Manchester United, Roy Keane.
"Mereka pasti menginginkannya melakukan itu ketika pertandingan sesungguhnya dimulai. Dia pernah melakukannya sebelumnya, tapi dia lebih berpengalaman, jangan mencoba merebut bola dari lini belakang. Bagi saya, itu konyol."
"Dia harus bersikap bijaksana, kita sedang membicarakan kondisinya."
"Dia tidak perlu kembali melewati garis tengah lapangan mencoba mengumpan bola sembarangan, sudah banyak pemain yang bisa melakukan itu dan memiliki kualitas yang cukup, jika kamu masuk ke sana, kamu adalah yang terbaik di dunia saat ini."
"Jika Inggris ingin memenangkan trofi besar, dialah orangnya. Orang utama," tegas mantan pemain Manchester United itu.
Evaluasi Taktik Thomas Tuchel
Dalam laga uji coba tersebut, pencetak gol ke-79 untuk timnasnya itu hanya diturunkan pada babak pertama sebelum Tuchel memutuskan untuk merombak total susunan pemainnya usai jeda.
Sang juru taktik pun tidak menampik bahwa dirinya kurang puas dengan penerapan strategi di 45 menit awal karena para pemain dinilai banyak bermain tanpa rencana yang jelas.
"Saya tidak terlalu senang dengan itu. Saya lebih menyukai babak kedua daripada babak pertama," jelas Roy Keane.
"Saya rasa kami bermain lebih agresif di babak kedua, lebih agresif baik saat menguasai bola maupun tidak, dan menciptakan lebih banyak peluang. Ada beberapa peluang setengah matang yang bagus dan beberapa peluang bagus lainnya.penetrasi ke dalam kotak.
"Kami lebih banyak bermain dari posisi kami masing-masing dan itulah mengapa kami bermain dengan lebih cepat."
"Di babak pertama kami kehilangan posisi dan terlalu banyak bermain secara spontan," kata pria kelahiran Irlandia pada 10 Agustus 1971 itu melanjutkan.
"Hal itu memperlambat permainan kami dan menyulitkan kami untuk melakukan tekanan balik karena kami tidak berada di posisi yang kami inginkan saat mulai menyerang, jadi pada dasarnya itulah cerita pertandingan ini," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang