Berkaca dari Tragedi BMW "Terbang" di Gresik, Ini Tips Berkendara Aman saat Pakai Google Maps

Tragedi kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil BMW di Gresik menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mengandalkan aplikasi navigasi saat berkendara.
Pada Sabtu malam (5/4/2025), sedan tersebut terjun bebas dari ujung Jalan Tol Krian-Gresik yang belum tersambung, usai diduga pengemudi terlalu fokus mengikuti petunjuk dari Google Maps.
Meskipun sudah ada barrier dan rambu petunjuk yang ditutup, pengemudi tetap melaju lurus mengikuti arahan aplikasi, hingga akhirnya mobil jatuh dari ketinggian sekitar lima meter dan baru berhenti setelah menabrak taman.
Lantas, bagaimana cara berkendara yang aman saat menggunakan Google Maps agar kejadian serupa tak terulang? Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.
Gunakan tampilan satelit untuk penilaian lebih baik
Mode ini menampilkan kondisi medan dan lingkungan secara lebih realistis dibanding tampilan standar. Anda bisa melihat detail seperti jembatan, jalanan yang rusak, area yang masih dalam konstruksi, atau bahkan daerah yang tidak memiliki akses.
Ini sangat penting untuk menghindari kejadian seperti mobil nyasar ke jalan buntu atau tol belum selesai. Dengan visualisasi nyata dari atas, Anda bisa menilai apakah rute tersebut aman untuk dilalui. Tampilan ini bisa diakses langsung melalui opsi layer di aplikasi Google Maps.
Manfaatkan Google Street View
Google Street View memungkinkan Anda menjelajahi suatu area secara virtual sebelum benar-benar menginjakkan kaki di sana. Fitur ini sangat bermanfaat untuk mengetahui seperti apa kondisi jalan, posisi belokan, atau landmark penting di sekitar tujuan Anda.
Anda bisa memverifikasi apakah akses jalan tersebut benar-benar terbuka atau sedang ditutup sementara. Terlebih jika Anda hendak berkendara di daerah asing atau minim papan penunjuk jalan, Street View bisa membantu Anda merasa lebih familiar.
Bagikan lokasi Anda secara real-time
Salah satu fitur keamanan yang sering terlupakan adalah fitur berbagi lokasi secara real-time di Google Maps. Anda bisa mengirimkan lokasi Anda ke keluarga, pasangan, atau teman dekat agar mereka tahu ke mana Anda pergi dan di mana posisi Anda saat ini.
Fitur ini sangat bermanfaat dalam situasi darurat, seperti tersesat atau mengalami kecelakaan. Kontak yang menerima lokasi Anda bisa memberikan bantuan lebih cepat atau melacak jika ada sesuatu yang tidak beres.
Cari saran dari penduduk lokal
Di sinilah pentingnya Anda tetap terbuka untuk bertanya kepada warga sekitar, terutama di area yang kurang familier atau jarang dilalui.
Jangan malu bertanya di pos keamanan, warung terdekat, atau petugas jalan. Kolaborasi antara teknologi dan informasi lokal akan memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih aman.
Pilih mode perjalanan yang tepat
Saat membuka Google Maps, pastikan Anda telah memilih mode transportasi yang sesuai, baik itu mobil, motor, jalan kaki, atau sepeda. Ini karena Maps akan menyesuaikan rute berdasarkan moda transportasi tersebut.
Jika Anda menggunakan motor tapi memilih mode mobil, bisa jadi Anda diarahkan ke jalan tol atau rute yang tidak diperbolehkan untuk kendaraan roda dua.
Kesalahan ini bisa sangat berbahaya, apalagi di kota besar atau jalan-jalan yang memiliki batasan akses khusus. Pilihan mode ada di bagian atas layar peta setelah Anda memasukkan tujuan.
Simpan peta secara offline
Cukup cari area tujuan, lalu pilih opsi ‘Download’ atau ‘Unduh’ dan simpan ke perangkat Anda. Dengan peta offline, Anda tetap bisa melihat posisi, arah, dan mengikuti navigasi tanpa khawatir aplikasi tidak berfungsi.