Data Pekerja Bocor ke Google dan Meta Lewat Bossware

Data Pekerja Bocor ke Google dan Meta Lewat Bossware
Data Pekerja Bocor ke Google dan Meta Lewat Bossware

  • Studi terbaru Northeastern University membuktikan sembilan platform bossware membagikan data pribadi karyawan ke pihak ketiga.
  • Raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan Microsoft menerima aliran data sensitif ini secara ilegal.
  • Aplikasi pemantau kerja ini melacak aktivitas keyboard, klik tetikus, hingga lokasi presisi bahkan di luar jam kerja.

Bagaimana Data Pekerja Bocor Melalui Sistem Bossware?

Para peneliti menguji sembilan platform pelacak aktivitas yang sangat populer di perkantoran saat ini. Platform tersebut antara lain Apploye, Deputy, Desklong, Hubstaff, Monitask, Buddy Punch, Time Doctor 2, Vericlock, dan When I Work. Aplikasi-aplikasi ini mencatat setiap ketukan papan ketik, klik tetikus, hingga riwayat penjelajahan situs web Anda.

Aliran Data Intim ke Raksasa Iklan Global

Hasil pengujian membuktikan bahwa seluruh platform tersebut mengirimkan detail pribadi karyawan kepada pihak luar. Informasi sensitif seperti nama, alamat email, dan identitas perusahaan kini tersebar ke lebih dari 145 domain eksternal. Penerima aliran data ini mencakup Google, Facebook, LinkedIn, Yandex, hingga platform iklan AppLovin.

Selain itu, sepertiga dari aplikasi pelacak ini memantau lokasi presisi pengguna secara terus-menerus. Sistem pelacak ini tetap aktif berjalan di latar belakang perangkat meskipun jam kerja karyawan telah usai. Kondisi ini membuat pengawasan kantor meluas hingga ke ruang pribadi dan mengintai aktivitas harian Anda.

Dampak Ke Depan dari Data Pekerja Bocor

Pengumpulan informasi massal ini memicu kekhawatiran baru seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Berbagai perusahaan teknologi global kini membutuhkan pasokan data perilaku manusia untuk melatih model kecerdasan buatan mereka. Fenomena ini tentu mengancam posisi serta masa depan karyawan manusia secara jangka panjang.