Ancelotti Bicara 4 Bahasa, Singgung Neymar dan Ancaman Maroko
Carlo Ancelotti jadi bintang konferensi pers jelang duel Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026. Sang pelatih Brasil menjawab pertanyaan dengan empat bahasa.
Brasil asuhan Carlo Ancelotti bersiap untuk menjalani laga pertama mereka di Piala Dunia 2026. Maroko jadi ujian pertama tim beralias Selecao di persaingan Grup C.
Laga Brasil vs Maroko dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (14/6/2026) atau Minggu pagi pukul 05.00 WIB, di Stadion New York New Jersey.
Menyongsong partai melawan Maroko, Carlo Ancelotti, menjawab bermacam pertanyaan dari wartawan, termasuk soal sang megabintang, Neymar
"Neymar bekerja dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Kami berharap dia menyelesaikan proses pemulihannya dan dapat kembali diintegrasikan ke dalam tim mulai pekan depan," tutur Ancelotti dilansir dari Tuttomercatoweb.
"Selain kualitas teknisnya yang tak terbantahkan, dia membawa pengalaman dan kepemimpinan, aspek-aspek yang sangat penting bagi grup," ujar pelatih asal Italia tersebut.
Dalam konferensi pers menjelang laga perdana Brasil melawan Maroko di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti menjadi pusat perhatian.
Jawab Pertanyaan Wartawan dengan 4 Bahasa Berbeda
Sebab, ia mampu meladeni pertanyaan para jurnalis dalam dalam empat bahasa berbeda yakni, Portugis, Spanyol, Inggris, dan Perancis.
Sebagai pelatih Brasil, Ancelotti jelas punya kepentingan untuk cepat menguasai bahasa Portugis.
Pengalaman melatih di Real Madrid, Chelsea, dan Paris Saint-Germain membuat Ancelotti juga tahu cara bertutur dalam bahasa Spanyol, Inggris, maupun Perancis.
Salah satu topik yang dibahas Ancelotti adalah soal identitas permainan Brasil di bawah arahannya.
Pelatih yang akrab disapa Carletto tersebut suka melihat timnya tampil dominan. Namun, ia menegaskan soal pentingnya keseimbangan.
"Bagi saya, angka yang benar-benar penting adalah gol yang dicetak dan gol yang kebobolan," tutur pelatih yang pernah lima kali memenangi Liga Champions tersebut.
"Kami ingin mengendalikan pertandingan ketika kami menguasai bola, tetapi kami juga harus terorganisasi saat tidak menguasainya," tutur Ancelotti.
Momen perayaan gol Vinicius Jr dalam pertandingan sepak bola persahabatan internasional antara Brasil dan Panama di stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil pada 31 Mei 2026. (Foto oleh Mauro PIMENTEL / AFP)
Waspada Maroko
Brasil mesti waspada kepada Maroko meski sejauh ini masih unggul dalam riwayat pertemuan. Dalam tiga duel, Brasil mampu menorehkan dua kemenangan.
Namun, dalam jumpa terakhir di Tangier pada 2023, Selecao kalah 1-2 dari Maroko.
"Semua tim yang hadir di Piala Dunia ini memiliki kualitas dan Maroko bukan pengecualian," ucap Ancelotti mewanti-wanti pasukannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang