Ikuti Oppo dan OnePlus, Harga HP Vivo dan iQoo Juga Naik
Vendor smartphone Vivo dan submereknya iQoo resmi mengumumkan kenaikan harga ponselnya di China. Kebijakan ini diumumkan perusahaan tersebut pada 16 Maret 2026 lalu.
Dalam pengumuman resminya, Vivo dan iQoo menyatakan bahwa kebijakan penyesuaian harga akan mulai berlaku hari ini, 18 Maret pukul 10.00 waktu China.
Kenaikan ini ditujukan untuk produk perusahaan di China, tetapi diduga kuat akan turut berdampak di pasar global.
Walau menyatakan naik, baik Vivo maupun iQoo belum merinci model mana saja yang mengalami peningkatan harga.
Keterangan resmi yang diterbitkan hanya menyebutkan bahwa kebijakan ini memengaruhi "model tertentu".
Adapun alasan di balik kebijakan ini, tidak lain adalah meningkatnya biaya komponen memori hingga semikonduktor.
"Karena terus meningkatnya biaya semikonduktor dan memori secara signifikan di seluruh dunia, setelah kami evaluasi dengan cermat, kami akan menyesuaikan harga jual retail untuk beberapa produk," kata Vivo dan iQoo dalam keterangan berbahasa China, dikutip dari GSM Arena.
Harga di Indonesia sudah naik duluan
Praktik yang sama sudah dilakukan Vivo di Indonesia sejak Januari 2026 lalu. Saat itu, harga beberapa smartphone dari Vivo mengalami kenaikan hingga Rp 800.000.
Misalnya Vivo Y21d kini dijual Rp 2,6 juta–Rp 3,4 juta tergantung varian, sementara Vivo Y04s naik dari Rp 1,4 juta menjadi Rp 1,549 juta.
Menurut PR Manager Vivo Indonesia Alexa Tiara, kebijakan menaikkan harga dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk pengelolaan biaya komponen, salah satunya RAM. Kendati demikian, perusahaan memilih untuk tidak menaikkan semua harga ponselnya.
"Untuk kebijakan penyesuaian harga tidak kami lakukan secara seragam untuk semua product series. Setiap series punya spesifikasi dan struktur biaya yang berbeda, dengan karakteristik dan segmentasi pasar yang juga berbeda, jadi kebijakannya akan diterapkan secara bervariasi per produk," kata Tiara melalui pesan singkat yang diterima, Rabu (14/1/2026).
Susul Oppo dan OnePlus
Bukan Vivo saja, baru-baru ini Oppo dan OnePlus juga menaikkan harga ponselnya di China. Kebijakan ini berlaku per 16 Maret 2026 lalu.
Dalam sebuah unggahan di toko online Oppo di China yang pertama kali ditemukan media teknologi Gizmochina, Oppo mengatakan bahwa penyesuaian harga ini terjadi karena produsen smartphone menghadapi kenaikan biaya komponen, khususnya dalam hal memori dan penyimpanan.
Perusahaan asal China ini memastikan bahwa kebijakan itu diambil setelah pihaknya melakukan evaluasi yang cermat terkait peningkatan biaya komponen.
Model yang terdampak kenaikan harga yaitu ponsel entry-level hingga menengah, baik dari Oppo maupun OnePlus.
Lebih spesifik, kebijakan itu akan memengaruhi harga Oppo A series hingga K series. Namun, pihak Oppo tak merinci daftar modelnya dan menegaskan bahwa tidak semua perangkat keluaran perusahaan mengalami kenaikan harga.
Model ponsel premium dari lini seri Find dan Reno misalnya, dipastikan tidak mengalami kenaikan harga. Artinya, harganya tetap dibanderol dengan harga saat ini. Begitu pula dengan harga tablet keluaran Oppo yang dipastikan tidak mengalami penyesuaian.
Menurut Oppo, penyesuaian ini diperlukan demi mempertahankan kualitas produk dan pengalaman pengguna secara menyeluruh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang