Anthropic Rilis Claude Opus 4.8, Bisa Kerja Bareng Ratusan AI Sekaligus

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic resmi merilis model AI terbaru mereka, Claude Opus 4.8.
Model ini membawa kemampuan baru yang memungkinkan AI bekerja bersama ratusan AI lain secara paralel untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks.
Fitur baru tersebut hadir lewat teknologi bernama Dynamic Workflows yang saat ini masih tersedia dalam tahap research preview atau uji coba terbatas.
Dynamic Workflows
Secara sederhana, Dynamic Workflows memungkinkan Claude membagi pekerjaan besar menjadi banyak sub-tugas yang kemudian dikerjakan oleh ratusan AI agent atau "subagent" secara bersamaan.
Dengan pendekatan tersebut, AI tidak lagi bekerja layaknya chatbot tunggal yang menjawab satu per satu instruksi pengguna.
Sebaliknya, Claude dapat bertindak layaknya manajer yang mengatur tim digital berisi banyak AI untuk menangani pekerjaan berskala besar.
Anthropic mengatakan kemampuan tersebut dirancang untuk membantu pekerjaan kompleks yang sebelumnya sulit ditangani satu model AI saja.
Misalnya migrasi kode program dalam jumlah besar, analisis proyek berskala perusahaan, hingga workflow riset yang melibatkan banyak langkah dan verifikasi.
Dalam penjelasannya, Anthropic menyebut kombinasi Claude Code dan Opus 4.8 kini dapat menangani migrasi codebase berisi ratusan ribu baris kode mulai dari tahap awal hingga proses pengujian akhir.
Jujur dan transparan
Selain kemampuan workflow baru, Anthropic juga mengeklaim Opus 4.8 membawa peningkatan pada aspek kejujuran dan transparansi model.
Menurut perusahaan tersebut, salah satu masalah umum AI saat ini adalah sering memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan meski dasar informasinya lemah atau belum pasti.
Pada Opus 4.8, Anthropic mengatakan model lebih sering menandai ketidakpastian dalam pekerjaannya dan lebih jarang membuat klaim tanpa dukungan bukti yang cukup.
Pengujian internal Anthropic menunjukkan Opus 4.8 sekitar empat kali lebih jarang melewatkan kesalahan kode dibanding model sebelumnya.
“Masalah umum model AI adalah mereka terkadang terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menganggap telah membuat kemajuan meski buktinya masih tipis,” tulis Anthropic dalam penjelasan resminya.
Kejar ChatGPT dan Google
Sebelumnya, OpenAI lebih dulu memperkenalkan GPT-5.5 yang membawa peningkatan kemampuan agentic AI dan coding. Model tersebut secara langsung diposisikan untuk bersaing dengan lini Claude Opus milik Anthropic.
Di sisi lain, Google juga terus mendorong lini Gemini 3.1 Pro untuk kebutuhan enterprise, coding, dan workflow berbasis AI.
Persaingan tidak lagi sekadar soal kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi siapa yang mampu menghadirkan AI yang bisa bekerja lebih mandiri dan menyelesaikan proyek kompleks.
Karena itu, Dynamic Workflows menjadi salah satu senjata baru Anthropic untuk membedakan Claude dari para pesaingnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang