Tren Tenis dan Padel Menggeliat, Industri Ini Ikut Panen Peluang
Tren olahraga tenis dan padel terus berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga racket sports turut membuka peluang bisnis di sektor perlengkapan olahraga, apparel, footwear, hingga layanan berbasis komunitas dan pengalaman bermain.
Perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya fasilitas olahraga tenis dan padel, meningkatnya aktivitas komunitas, hingga munculnya berbagai pendekatan baru dalam bisnis retail olahraga. Pelaku industri mulai menggabungkan penjualan produk dengan layanan konsultasi, pengalaman bermain, hingga aktivitas komunitas untuk menjangkau konsumen.
Metro Tennis Terminal menjadi salah satu pelaku usaha yang melihat pertumbuhan tersebut sebagai peluang bisnis. Retailer perlengkapan racket sports itu memperkuat posisinya sebagai Exclusive Tennis Retailer for On Indonesia melalui kegiatan bertajuk Serve & Social yang digelar di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan, pada 10 Mei silam.
Kegiatan tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk The Roger Pro 3 melalui pengalaman bermain langsung di lapangan. Dalam acara itu, peserta juga mengikuti sesi coaching, performance testing, demo racket, hingga community gathering.
Managing Director Metro Tennis Terminal, Dhananjay “Jay” Kuckreja, mengatakan tren retail olahraga saat ini tidak lagi hanya berfokus pada transaksi penjualan produk. “Kegiatan tersebut mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan retail tenis, bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana pemain bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, dari demo racket, stringing, konsultasi, sampai memahami gear yang paling cocok dengan gaya bermain mereka,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu, 27 Mei 2026.

“Metro akan terus berinvestasi dalam demo racket terbaik, layanan stringing, dan pengalaman retail yang lebih personal. Kami ingin pemain datang bukan hanya untuk membeli, tetapi untuk mendapatkan arahan yang tepat,” lanjut Jay.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat kesempatan mencoba sejumlah demo racket terbaru, seperti Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, Babolat Pure Aero 2026, serta beberapa model performance lainnya. Metro menyebut penggunaan string dari ReString menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman trial dan setup racket yang lebih optimal.
Selain itu, sesi coaching dipandu oleh pelatih dari Aspire Academy yang memiliki pengalaman internasional, termasuk pernah menjadi hitting partner Novak Djokovic dan memiliki rekam jejak sebagai pemain ATP Top 600.
CMO Metro Tennis Terminal, Michael Luhukay, menilai tren tenis saat ini berkembang tidak hanya sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban. “Tenis sedang masuk ke fase yang sangat menarik. Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle, networking, wellness, dan personal expression," paparnya.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mempertemukan orang-orang yang sedang membentuk scene tenis Jakarta dalam satu pengalaman yang curated dan meaningful,” kata Michael.
Ia menambahkan, perusahaan ke depan akan menggabungkan pendekatan retail dengan community engagement dan pengalaman offline yang lebih premium. “Sebagai CMO, fokus saya adalah membangun Metro bukan hanya sebagai toko, tetapi sebagai ecosystem brand untuk racket sports. Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting,” jelasnya.
Metro Tennis Terminal sendiri merupakan retailer perlengkapan racket sports yang berdiri sejak 1977. Perusahaan menyediakan produk dan layanan untuk tenis, padel, dan pickleball, mulai dari racket, footwear, apparel, accessories, hingga layanan stringing dan konsultasi produk.
Sementara itu, On merupakan brand performa asal Swiss yang bergerak di bidang footwear, apparel, dan performance gear, termasuk kategori tenis melalui produk The Roger Pro 3.