Pesulap Merah Tegaskan Ratu Rizky Nabila Bukan Pelakor, Ternyata Ini Sifat Aslinya

Pesulap Merah
Pesulap Merah

 Pesulap sekaligus kreator konten, Marcel Radhival atau yang dikenal luas sebagai Pesulap Merah, akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang diarahkan kepada istri keduanya, Ratu Rizky Nabila. 

Ia dengan tegas membantah anggapan bahwa sang istri merupakan perebut laki orang dalam rumah tangganya bersama almarhumah istri pertama, Tika Mega Lestari. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Isu yang berkembang di media sosial menyebut Ratu sebagai pihak ketiga dalam pernikahan sebelumnya. Namun melalui akun Instagram pribadinya, Pesulap Merah memberikan klarifikasi panjang lebar. 

Ia menegaskan bahwa sang istri tidak pernah memiliki niat untuk merebut dirinya dari pernikahan pertama.

"Istri kedua saya BUKAN PELAKOR apalagi PEMBUNUH seperti opini yang digiring media-media belakangan ini, dari awal pernikahan, dia wanita baik, dia tidak ada sama sekali niat mau merebut,” tulis Pesulap Merah di akun Instagramnya @marcelradhival1, dikutip Jumat 13 Februari 2026.

Menurutnya, sejak awal Ratu justru menunjukkan sikap penuh empati terhadap kondisi istri pertamanya yang tengah berjuang melawan penyakit serius. 

Bahkan, ia mengungkap bahwa Ratu memiliki prinsip yang cukup mengejutkan terkait kelangsungan rumah tangga tersebut.

"Sampai hari terakhir Rohimahalloh istri pertama menghembuskan nafas, dia bahkan punya prinsip "kalo sampe saya dan Rohimahalloh cerai, dia juga mau cerai", lanjutnya.

Tak hanya sebatas ucapan, Pesulap Merah menyebut Ratu aktif mengingatkannya untuk tetap memperhatikan dan merawat istri pertama selama menjalani pengobatan. 

Ia bahkan diklaim siap mendonorkan kulitnya demi membantu proses operasi.

"Dia justru yang terus mengingatkan saya untuk merawat Rohimahalloh walaupun harus terus bulak-balik rumah sakit selama pernikahan, dia bahkan menawarkan kulitnya untuk dipakai ke Rohimahalloh dioperasi ketiganya,” katanya.

Dalam klarifikasinya, Pesulap Merah juga membantah anggapan bahwa wafatnya istri pertama disebabkan tekanan mental akibat kehadiran istri kedua. 

Ia menjelaskan bahwa penyakit Anemia Plastik Aplastik yang diderita almarhumah tidak berkaitan dengan stres, dan secara medis memiliki harapan hidup terbatas, yakni sekitar satu hingga dua tahun.

Selain itu, ia menepis tudingan bahwa dirinya menelantarkan istri pertama. Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar sang istri tetap terpenuhi hingga akhir hayatnya.

"Semua kebutuhan istri saya dari mulai tempat tinggal, kebutuhan fisiologi (makan, minum, dan waktu bermalam) serta pakaian terpenuhi semua tidak ada satupun yang ditelantarkan,” tegasnya.

Pesulap Merah juga mengungkap alasan dirinya memilih berpoligami pada 2022. Ia menyatakan keputusan tersebut diambil karena kondisi tertentu dalam rumah tangga yang membuat istri pertamanya tidak dapat menjalankan peran sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dalam hukum pernikahan di Indonesia, ketika istri tidak bisa lagi memenuhi tanggung jawabnya sebagai istri, maka suami berhak untuk menceraikan, tapi faktanya Allah Azza Wa Jalla menghadirkan istri kedua saya untuk mengingatkan agar perceraian itu tidak pernah terjadi,” tutupnya.

Pernyataan ini pun kembali memantik perbincangan publik. Di tengah derasnya opini yang berkembang, Pesulap Merah memilih berdiri di garda terdepan untuk membela nama baik sang istri, sekaligus meluruskan narasi yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.