Apakah Roti Sourdough Lebih Sehat untuk Pencernaan? Ini Faktanya!
Roti dengan tekstur kenyal dan rasa sedikit asam khas sourdough belakangan ini memang semakin populer di kalangan pencinta gaya hidup sehat.
Banyak yang mengklaim bahwa beralih dari roti tawar biasa ke sourdough adalah kunci untuk mendapatkan pencernaan yang lebih nyaman dan bebas begah.
Namun, apakah klaim tersebut benar-benar valid secara ilmiah atau hanya sekadar tren hype belaka?
Melansir dari Real Simple, (8/5/26) dalam artikelnya yang berjudul "Is Sourdough Better for Your Gut Than Other Breads?, ada beberapa fakta mengenai roti fermentasi ini.
Untuk memahami mengapa roti ini dianggap berbeda, kita harus melihat cara pembuatannya.
Berbeda dengan roti komersial yang menggunakan ragi instan cepat saji, sourdough dibuat menggunakan starter alami yang merupakan campuran tepung dan air yang difermentasi selama berhari-hari oleh bakteri asam laktat (lactobacilli) dan ragi liar.
Proses fermentasi yang panjang inilah yang menjadi proses utama sourdough. Menurut penjelasan para ahli di laman Real Simple.
Selama fermentasi berlangsung, bakteri baik ini bekerja mencerna sebagian karbohidrat dan protein yang ada di dalam tepung sebelum roti tersebut masuk ke dalam oven.
3 Alasan Mengapa Sourdough Lebih Ramah untuk Pencernaan
Berdasarkan data ilmiah yang dihimpun oleh Real Simple, berikut adalah alasan mengapa perut Anda kemungkinan besar akan terasa lebih nyaman setelah mengonsumsi sourdough dibandingkan roti biasa:
1. Lebih Rendah Gluten (Lebih Mudah Dicerna)
Bagi sebagian orang, kandungan gluten dalam roti sering kali memicu rasa kembung, begah, atau tidak nyaman di perut.
Nah, asam yang dihasilkan selama proses fermentasi sourdough membantu memecah ikatan protein gluten menjadi struktur yang lebih sederhana. Hasilnya, beban kerja lambung dan ususmu menjadi jauh lebih ringan saat mencernanya.
Meskipun kadar glutennya berkurang drastis, sourdough konvensional tetap berbahan dasar gandum, sehingga tidak sepenuhnya bebas gluten (gluten-free).
Roti ini aman untuk orang yang sensitif terhadap gluten, tetapi tetap tidak direkomendasikan untuk penderita penyakit Celiac.

2. Mengandung Lebih Sedikit Asam Fitat (Phytic Acid)
Biji gandum secara alami mengandung senyawa bernama asam fitat. Senyawa ini sering dijuluki sebagai "anti-nutrisi" karena dapat mengikat mineral penting, seperti zat besi, seng, dan magnesium di dalam usus, sehingga tubuh kita sulit menyerapnya.
Kabar baiknya, tingkat keasaman pada proses fermentasi sourdough mampu menetralkan asam fitat ini. Tanpa gangguan asam fitat, tubuh Anda bisa menyerap nutrisi dari gandum secara jauh lebih optimal.
3. Bertindak Sebagai Prebiotik bagi Bakteri Usus
Banyak orang mengira sourdough adalah makanan probiotik yang mengandung bakteri hidup. Faktanya, bakteri baik tersebut sudah mati saat proses pemanggangan di oven bersuhu tinggi.
Namun jangan kecewa dulu! Sourdough tetap kaya akan prebiotik, yaitu jenis serat khusus yang tidak hancur oleh asam lambung dan menjadi "makanan utama" bagi mikrobioma atau bakteri baik yang tinggal di dalam usus besarmu.
Usus yang kaya bakteri baik adalah kunci utama dari sistem pencernaan yang sehat dan imunitas tubuh yang kuat.
Jadi, Apakah Benar Lebih Sehat?
Pembuatan sourdough dengan fermentasi alami.
Jawabannya adalah ya, secara ilmiah roti sourdough memang lebih ramah dan sehat untuk pencernaan dibandingkan dengan roti tawar putih komersial.
Proses fermentasi alaminya memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh roti biasa.
Namun, para ahli melalui Real Simple mengingatkan agar kamu tetap memperhatikan label kemasan saat membelinya di toko.
Pastikan kamu membeli sourdough autentik yang dibuat melalui proses fermentasi tradisional, bukan roti biasa yang hanya diberi perisa asam buatan (sourdough flavoring) demi mengejar rasa.
Jika kamu ingin mendapatkan manfaat serat yang paling maksimal untuk pencernaan, pilihlah varian whole-wheat sourdough atau rye sourdough. Selamat menikmati roti sehat!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang