Pastikan Aceh Bangkit, Fasilitas Air Bersih Diresmikan di Pidie Jaya
Penyediaan air bersih kepada warga di Kabupaten Pidie Jaya ini merupakan jawaban terhadap masalah nyata yang dihadapi masyarakat setelah bencana banjir bandang akhir tahun lalu, yaitu terkait air bersih. Program air bersih ini merupakan inisiatif bersama antara Kitabisa, Karang Taruna, dan dibantu oleh pemerintah pusat hingga daerah.
Karenanya, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, bersama Kitabisa menyediakan fasilitas sumur air bersih bagi warga Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Senin kemarin Peresmian juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan daerah antara lain Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, serta jajaran dan pemerintah desa setempat.
Bantuan air bersih ini menjadi wujud nyata solidaritas sosial bagi warga yang terdampak bencana beberapa bulan lalu. Kabupaten Pidie Jaya termasuk wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir. Tercatat lebih dari 20 ribu warga sempat mengungsi, lebih dari 10 ribu unit rumah warga tergenang lumpur, dan sekitar 122 unit tempat ibadah mengalami kerusakan.
Tiar menyampaikan bahwa solidaritas sosial yang terwujud melalui platform Kitabisa selaku organisasi masyarakat sipil bersama berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana, merupakan aksi nyata yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk mengerahkan sumber daya secara maksimal dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor.
Pada masa tanggap darurat akhir tahun lalu, Presiden Prabowo bahkan mengunjungi Aceh sebanyak tiga kali untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat dan tepat.
"Sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo, negara harus hadir di tengah masyarakat yang terkena musibah. Beliau bersama seluruh jajaran memastikan Aceh dapat bangkit kembali dan penanganan terhadap warga terdampak dilakukan secara maksimal," ujar Tiar Karbala dikutip dari keterangannya, SAbtu, 16 Mei 2026
Dia menambahkan bahwa peresmian sumur air bersih ini merupakan langkah awal pemerintah untuk membenahi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana secara cepat. Dengan ini, diharapkan aktivitas masyarakat terdampak bencana berangsur normal. Masyarakat bisa kembali bekerja dan roda perekonomian kembali berputar.
Meski sudah berjalan beberapa bulan, bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada akhir tahun lalu masih menyisakan berbagai pekerjaan rumah. Pemerintah pusat memberikan perhatian besar terhadap wilayah-wilayah yang terdampak, termasuk Provinsi Aceh. Berbagai bantuan telah disalurkan mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, distribusi logistik, hingga pemulihan bangunan vital. Selain pemerintah, dukungan juga datang dari organisasi masyarakat sipil, salah satunya melalui platform Kitabisa.
President and Co-founder Kitabisa M. Alfatih Timur atau akrab disapa Timmy, mengungkapkan bahwa fasilitas sumur air bersih ini merupakan hasil dari penggalangan dana masyarakat luas. Tercatat, donasi yang terkumpul bisa menghadirkan sumur air bersih dan penyulingan air sehingga bisa layak minum di sejumlah titik di Aceh.
Tidak kurang dari ratusan warga di beberapa desa yang menjadi penerima manfaat program tersebut, termasuk Pidie Jaya. Tercatat, ada tiga desa di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang menerima program sumur air bersih.
Selain para donatur, Timmy juga mengucapkan terimakasih kepada setiap pihak yang berperan, mulai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Jaya dan Karang Taruna. Pihak pemerintah daerah, karang taruna, dan warga memiliki peran penting dari mulai inisiasi sampai dalam tahap operasional dan perawatan fasilitas air yang sudah diresmikan hari ini.
Timmy pun berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Stafsus Presiden Tiar Karbala, dan jajaran pemerintah pusat yang telah membantu memfasilitasi hingga program ini bisa terwujud. "Terima kasih kepada Pak Presiden, Pak Tiar, dan seluruh pihak yang membantu program ini".
Ia meminta masyarakat tak letih mendukung program pemerintah pusat hingga ke daerah untuk mewujudkan masyarakat maju, sejahtera, dan berkeadilan. Untuk itu, Kitabisa berkomitmen menyalurkan dukungan masyarakat dalam bentuk aksi nyata seperti program sumur air bersih ini.
Sementara itu Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mengaprresiasi semua pihak yang menyukseskan agenda penyaluran bantuan air bersih ini. "Berkat bantuan ini, perekonomian warga bisa berangsur pulih. masyarakat sangat memerlukan sumur air bersih ini," ujar Sibral Malasyi.
Kepala Desa Gamplong Blang, Muslim, juga menyampaikan rasa terimakasih kepada pemerintah pusat sebab merasakan perubahan besar setelah adanya program ini. Sementara dari sisi warga, hadir rombongan ibu-ibu dan mereka kompak menyampaikan terimakasih atas adanya program ini.
Sejak bencana akhir tahun lalu, warga kesulitan mengakses air bersih. Bahkan, masyarakat hanya bisa mandi seminggu 2 kali demi menghemat air bersih. Namun setelah ada program ini, warga dapat memperoleh akses air bersih lebih mudah setiap harinya. “Alhamdulillah, terimakasih Pak Prabowo, kami menyampaikan terimakasih. Sekarang dapat mandi dan minum menggunakan air bersih, jadi tidak khawatir lagi perut sakit,” ujar ibu-ibu yang tergabung rombongan pengajian ini," tambahnya.
Peresmian fasilitas air bersih ini adalah awal. Pemerintah pusat akan terus menyisir wilayah lain yang masih membutuhkan bantuan. Untuk mewujudkannya, pemerintah pusat akan terus menggandeng pemerintah daerah, pihak swasta, komunitas, relawan, hingga masyarakat di daerah. Seluruh wilayah akan terus diperhatikan, kebutuhan masyarakat akan dipenuhi, dan pembangunan akan semakin merata.