Terpopuler: Ragnar Hancurkan Klub Elite Belgia, MU Dipermalukan Everton yang Main 10 Pemain
- 5. Berbenah Demi Asia, Hodak Tekankan Pentingnya Detail yang Sering Diabaikan di Liga 1
- 4. MU Dipermalukan Everton yang Main 10 Pemain, Pelatih MU sampai Frustasi Akui Timnya Layak Kalah
- 3. Terpopuler: Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Hokky Caraka Kritik PSSI
- 2. Bung Harpa Sebut Erick Thohir Siap Mundur Jika Keputusan Ganti STY dengan Kluivert Gagal Total: Kalau Perlu Dipecat!
- 1. Pemain Indonesia Hancurkan Klub Elite Belgia, Ragnar Oratmangoen Jadi Biang Pemecatan Pelatih Antwerp
Beragam kabar menarik dari dunia sepakbola tengah menyita perhatian pembaca VIVA, khususnya di kanal Bola.
Sepanjang Selasa, 25 November 2025, artikel tentang pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen yang hancurkan klub elite Belgia, sampai Manchester United (MU) yang dibikin malu dengan Everton yang bermain 10 pemain, menjadi trending di VIVA Bola.
Untuk lebih lengkapnya, berikut ini deretan artikel terpopuler VIVA di kanal Bola yang menjadi perhatian pembaca:
5. Berbenah Demi Asia, Hodak Tekankan Pentingnya Detail yang Sering Diabaikan di Liga 1
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mengungkapkan pandangan tegas soal perbedaan level antara Liga 1 Indonesia dengan kompetisi Asia. Meskipun Maung Bandung kini semakin mendapat sorotan internasional lantaran tampil di AFC Champions League Two (ACL2), Hodak menilai masih ada jurang besar yang harus ditaklukkan para pemain jika ingin benar-benar menjadi kekuatan regional.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, masalah terbesar bukan semata-mata soal kualitas teknik atau taktik, tetapi pola pikir dan kedisiplinan terhadap detail kecil selama pertandingan. Hal yang mungkin terlihat sepele di Liga 1, bisa menjadi penentu hidup mati di level Asia.
Dalam wawancara di YouTube Astro Arena, Hodak membedah tantangan yang dialami Persib ketika tampil di ajang kontinental. Ia menyebut bahwa banyak kekalahan Persib di ACL2 bukan karena ketidakmampuan bermain, melainkan kesalahan minor yang dihukum dengan sangat kejam oleh lawan.
4. MU Dipermalukan Everton yang Main 10 Pemain, Pelatih MU sampai Frustasi Akui Timnya Layak Kalah
Manchester United (MU) lagi-lagi menunjukkan inkonsistensi memalukan mereka musim ini. Kesempatan emas untuk menembus empat besar Premier League justru berubah menjadi bencana setelah Setan Merah tumbang 0-1 dari Everton di Old Trafford, Selasa dini hari. Ironisnya, Everton bermain dengan 10 pemain selama 77 menit.
Everton memulai pertandingan tanpa kemenangan tandang sejak Agustus, serta hanya sekali menang di Old Trafford dalam 33 tahun terakhir. Namun, United tampil jauh dari standar tim papan atas. Dalam 10 menit pertama, Everton mencatat 14 operan sukses di sepertiga akhir lapangan, sementara MU hanya mampu mencatat satu.
Kekacauan terjadi ketika Everton dipaksa bermain dengan 10 pemain pada menit ke-13. Idrissa Gueye diusir wasit Tony Harrington setelah menampar rekannya sendiri, Michael Keane, dalam insiden panas di kotak penalti. Gueye kemudian meminta maaf melalui media sosial. Publik Old Trafford mengira keunggulan jumlah pemain akan menjadi momentum bagi MU, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih tampil agresif, permainan United semakin berantakan.
Everton yang bermain tanpa tekanan malah mencetak gol penentu di menit ke-29. Kiernan Dewsbury-Hall menggiring bola tanpa gangguan, melewati dua tekel lemah dari Bruno Fernandes dan Leny Yoro sebelum melepaskan tembakan melengkung tak terjangkau ke sudut atas gawang Senne Lammens.
3. Terpopuler: Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Hokky Caraka Kritik PSSI
Sejumlah artikel di kanal VIVA Bola dengan isu menarik masuk dalam deretan terpopuler sepanjang Senin 24 November 2025. Salah satunya terkait Timur Kapadze mengaku sudah berbicara dengan Sumardji soal melatih Timnas Indonesia.
Artikel terpopuler lainnya menyoroti soal Striker Timnas Indonesia U-22, Hokky Caraka yang kecewa berat dengan dengan keputusan PSSI yang hanya mematok target perak di SEA Games 2025 Thailand.
Untuk lebih lengkapnya, berikut deretan artikel terpopuler di kanal VIVA Bola yang menjadi perhatian pembaca dirangkum dalam Rund Up:
2. Bung Harpa Sebut Erick Thohir Siap Mundur Jika Keputusan Ganti STY dengan Kluivert Gagal Total: Kalau Perlu Dipecat!
Pengamat sepak bola Haris Pardede atau Bung Harpa mengungkap cerita di balik pemecatan Shin Tae-yong (STY) pada Januari 2025. Ia menyebut ada peringatan keras dari Presiden Prabowo Subianto kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelum keputusan besar itu diambil.
“Satu yang mesti gua kasih tahu di sini, mungkin belum ada di mana-mana, ini eksklusif. Istilahnya ET ngasih tahu ke Presiden, waktu pemecatan Shin Tae-yong yang diganti Kluivert,” ujar Harpa.
“Dan Presiden (Prabowo) mengingatkan ‘Ini bahaya loh. Kalau sampai gagal Anda bisa dihabisi’,” kata Harpa menirukan ucapan Prabowo.
Harpa melanjutkan, Erick saat itu menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh. Bahkan, ia disebut siap lengser dari posisinya sebagai Ketua Umum PSSI bila keputusannya berujung kegagalan.
1. Pemain Indonesia Hancurkan Klub Elite Belgia, Ragnar Oratmangoen Jadi Biang Pemecatan Pelatih Antwerp
Nama pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, sedang bergema di Belgia setelah mencetak gol dramatis yang membuat FCV Dender meraih kemenangan perdana musim ini di Jupiler Pro League. Gol tersebut bukan sekadar penentu kemenangan, tetapi menjadi pemicu langsung pemecatan pelatih Royal Antwerp hanya beberapa jam setelah pertandingan selesai.
Pertandingan berlangsung di Bosuilstadion pada Minggu malam waktu setempat 23 November 2025. Dender datang sebagai juru kunci klasemen, membawa beban berat setelah melewati empat belas pertandingan tanpa satu pun kemenangan. Sebaliknya, Royal Antwerp yang berstatus mantan juara liga dan tim elite dengan reputasi besar justru dipermalukan di depan pendukungnya sendiri.
Dender unggul lebih dulu melalui gol David Toshevski di menit ke lima puluh. Namun tak lama setelah gol tersebut, Toshevski ditarik keluar akibat cedera dan pelatih memasukkan Ragnar Oratmangoen pada menit ke enam puluh enam. Masuknya Ragnar mengubah dinamika serangan Dender dan membuat lini bertahan Antwerp semakin tertekan.