MU Dipermalukan Everton yang Main 10 Pemain, Pelatih MU sampai Frustasi Akui Timnya Layak Kalah
Manchester United (MU) lagi-lagi menunjukkan inkonsistensi memalukan mereka musim ini. Kesempatan emas untuk menembus empat besar Premier League justru berubah menjadi bencana setelah Setan Merah tumbang 0-1 dari Everton di Old Trafford, Selasa dini hari. Ironisnya, Everton bermain dengan 10 pemain selama 77 menit.
Everton memulai pertandingan tanpa kemenangan tandang sejak Agustus, serta hanya sekali menang di Old Trafford dalam 33 tahun terakhir. Namun, United tampil jauh dari standar tim papan atas. Dalam 10 menit pertama, Everton mencatat 14 operan sukses di sepertiga akhir lapangan, sementara MU hanya mampu mencatat satu.
Kekacauan terjadi ketika Everton dipaksa bermain dengan 10 pemain pada menit ke-13. Idrissa Gueye diusir wasit Tony Harrington setelah menampar rekannya sendiri, Michael Keane, dalam insiden panas di kotak penalti. Gueye kemudian meminta maaf melalui media sosial. Publik Old Trafford mengira keunggulan jumlah pemain akan menjadi momentum bagi MU, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih tampil agresif, permainan United semakin berantakan.
Everton yang bermain tanpa tekanan malah mencetak gol penentu di menit ke-29. Kiernan Dewsbury-Hall menggiring bola tanpa gangguan, melewati dua tekel lemah dari Bruno Fernandes dan Leny Yoro sebelum melepaskan tembakan melengkung tak terjangkau ke sudut atas gawang Senne Lammens.
Manajer Manchester United, Ruben Amorim
Memasuki babak kedua, MU mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun penyelesaian akhir gagal memecah solidnya pertahanan Everton. Joshua Zirkzee mendapat dua peluang emas melalui sundulan, tetapi Jordan Pickford tampil gemilang dengan dua penyelamatan fantastis untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Saat kejar-kejaran gol penyeimbang, MU justru memperlihatkan kekacauan mental dan strategi. Salah satunya ketika Amad Diallo berlari mengambil lemparan ke dalam, namun wasit menghentikan karena Diallo masih berdiri di dalam lapangan. Suasana stadion pun memuncak saat peluit akhir berbunyi, disertai cemoohan keras dari para suporter.
Pelatih MU Ruben Amorim mengakui kekalahan tersebut sebagai konsekuensi dari performa buruk timnya. Ia menyebut pertandingan itu sangat mengecewakan dan mengatakan bahwa Everton memang layak menang.
“Perasaannya adalah frustrasi,” ujar Amorim dikutip ESPN.
Ia menambahkan bahwa timnya tidak bermain dengan intensitas yang tepat, dan bahkan menurutnya Everton tetap menjadi tim yang lebih baik meski bermain dengan 10 pemain. Amorim mengatakan United memang pantas kalah karena tampil buruk sepanjang pertandingan.
Pertanyaan besar pun kembali mencuat: sudah sampai sejauh mana kemajuan Manchester United di bawah Amorim? Setelah lima laga tak terkalahkan sebelumnya, kekalahan ini menjadi tamparan keras dan salah satu malam terburuk di Old Trafford sejak era pasca-Alex Ferguson.
Everton, yang sangat membutuhkan poin, bekerja keras menjaga keunggulan. Jack Grealish dan Iliman Ndiaye tanpa kenal lelah menekan dari sisi sayap, sementara duet bek tengah James Tarkowski dan Michael Keane memenangkan hampir semua duel udara.
Sementara itu, MU kembali dinilai gagal memanfaatkan momen serta tampil tanpa ide jelas.