Kronologi Bayi Nina Saleha Diduga Sengaja Ingin Ditukar di RSHS Bandung, Bermula dari Selimut yang Mirip

Nina Saleha, seorang ibu yang bayinya hampir ditukar di rumah sakit di Bandung, Awal Kejadian: Bayi Dirujuk ke NICU, Momen Mencurigakan di Hari Kepulangan, Dugaan Kejanggalan Prosedur Rumah Sakit, Langkah Hukum Mulai Ditempuh
Nina Saleha, seorang ibu yang bayinya hampir ditukar di rumah sakit di Bandung

 Kasus dugaan bayi hampir tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) menjadi perhatian publik setelah seorang ibu bernama Nina Saleha membagikan kronologi kejadian yang dialaminya. Peristiwa tersebut disebut terjadi saat bayinya dirawat di ruang NICU, dan hampir pulang bersama orang lain tanpa sepengetahuan dirinya sebagai ibu.

Kisah ini bermula ketika bayi Nina yang baru lahir mengalami kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Bayinya kemudian dirujuk ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, bayinya justru hampir saja pulang bersama orang lain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awal Kejadian: Bayi Dirujuk ke NICU

Menurut penuturan Nina, bayinya lahir di salah satu rumah sakit di Sumedang. Setelah pulang ke rumah pada hari Jumat, kondisi bayi menunjukkan tanda-tanda tidak normal seperti kulit menguning dan muncul ruam.

“Ya kan sebelumnya lahiran di rumah sakit UNPAD yang di Sumedang… dari situ kan pulang hari Jumat setelah lahiran. Hari Jumat pulang ke rumah anak saya ternyata kuning ruam-ruam,” ungkap Nina yang dikutip dari tayangan progam TV pada Jumat, 17 April 2026. 

Melihat kondisi yang semakin memburuk hingga hari Minggu, bayi tersebut akhirnya dibawa ke bidan dan kemudian dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Bayi itu dirawat di ruang NICU selama beberapa hari.

Momen Mencurigakan di Hari Kepulangan

Kejadian yang paling membuat Nina panik terjadi pada hari Rabu, saat bayinya dijadwalkan pulang. Saat itu, ia mulai merasa ada hal yang tidak wajar karena proses kepulangan terasa sangat lama.

Ia kemudian melihat seorang ibu lain yang tampak hendak pulang sambil menggendong bayi dengan selimut berwarna biru yang menurut Nina sangat mirip dengan milik bayinya.

“Pas saya lihat kok itu mah selimutnya kayak yang anak saya gitu warna biru… saya lihat di inkubator ternyata anak saya nggak ada,” ujarnya.

Merasa curiga, Nina langsung menghampiri ibu tersebut dan memeriksa bayi yang digendong. Setelah melihat lebih dekat, ia semakin yakin bahwa bayi tersebut adalah anaknya.

“Pas lihat muka, ‘Iya, ini mah anak saya’. Terus kata saya, ‘Iya ini mah anak saya, kenapa ada di ibu gitu kan?’” katanya yang sudah mulai panik. .

Setelah Nina berteriak memanggil petugas, bayi tersebut akhirnya diambil kembali oleh suster dari tangan ibu yang sempat menggendongnya.

Dugaan Kejanggalan Prosedur Rumah Sakit

Selain dugaan bayi hampir tertukar, Nina juga mengaku mengalami hal lain yang dianggap janggal. Ia menyebut bahwa gelang identitas pasien yang seharusnya terpasang justru tidak ada saat kejadian berlangsung.

“Kenapa ini mah gelang tangannya juga nggak ada, identitasnya nggak ada diputus gitu kata saya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Nina juga mengaku sempat diminta oleh petugas keamanan untuk menyerahkan telepon genggamnya setelah insiden tersebut terjadi.

“Mana handphone Ibu?… ‘Ini rating dulu rumah sakitnya,’ kata dia (security). Diambil handphone saya di situ,” tuturnya.

Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, menilai bahwa terdapat banyak kejanggalan dalam kasus ini. Mereka menduga bahwa prosedur standar operasional (SOP) tidak dijalankan dengan benar. Menurut pihak kuasa hukum, kejadian tersebut bahkan dinilai bukan sekadar kelalaian biasa.

“Kesimpulannya sementara adalah percobaan penculikan… SOP tidak berjalan dengan baik,” ungkap kuasa hukum.

Langkah Hukum Mulai Ditempuh

Kasus ini kini memasuki tahap hukum setelah tim kuasa hukum Nina mengirimkan somasi kepada pihak rumah sakit. Mereka memberikan tenggat waktu kepada pihak terkait untuk memberikan penjelasan resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak ada respons yang memadai, pihak keluarga menyatakan siap melanjutkan perkara ini ke jalur pidana dan perdata.

Meski sempat mengalami kejadian menegangkan, Nina menyebut kondisi bayinya saat ini sudah membaik dan dalam keadaan sehat. Namun, trauma yang dialami keluarga disebut masih terasa hingga sekarang.