Menperin Janji Jaga Pasokan & Harga Plastik Bagi Pelaku Industri Kecil Menengah

Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Dewan Pembina Golkar, Agus Gumiwang
Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Dewan Pembina Golkar, Agus Gumiwang

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan, pemerintah akan berupaya menjaga stabilitas pasokan plastik agar tidak membebani industri kecil menengah (IKM), di tengah ancaman kelangkaan bahan baku global.

Dia menyampaikan, persoalan utama dalam ketersediaan bahan baku saat ini tidak hanya terkait pasokan, tetapi juga harga (pricing). Karenanya, pemerintah akan mengambil langkah untuk menekan beban biaya dari pelaku IKM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus menegaskan, pemerintah akan menjaga ketersediaan plastik, sambil melakukan pendekatan kepada produsen agar dapat menyesuaikan margin keuntungan, terutama untuk memasok kebutuhan industri kecil.

"Saya akan melakukan pendekatan dengan para produsen, khususnya untuk kita melayani industri kecil-industri kecil, agar mereka bisa mengurangi margin. Sehingga berkaitan dengan pricing yang akan dikenakan pada industri kecil, itu tidak akan membebani dari jalan atau pengembangan industri kecil yang ada di Indonesia,” kata Agus di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

[Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat ditemui di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Mei 2025]

Selain menjaga harga, pemerintah juga terus mencari alternatif sumber pasokan guna memastikan keberlanjutan produksi industri nasional.

“Jadi suplai, berkaitan dengan kuantitas, pemerintah akan terus-menerus mencari subtitusinya seperti apa, tapi kami akan melakukan koordinasi kepada supplier dari plastik itu, khususnya untuk industri kecil dan industri-industri lain, kalau mungkin masih ada space-nya untuk mengurangi margin,” ujarnya.

Terkait bahan baku plastik, nafta yang sebagian besar masih bergantung pada impor dari Timur Tengah, ia menyampaikan pemerintah tengah menjajaki peluang kerja sama dengan negara lain sebagai sumber alternatif pasokan.

Agus menambahkan, calon mitra potensial dapat dilihat dari negara-negara produsen nafta global yang memiliki kapasitas untuk memasok kebutuhan Indonesia.

Dia menekankan, kelangkaan bahan baku seperti nafta bukan hanya dialami Indonesia, melainkan juga menjadi isu global yang memicu persaingan antarnegara dalam mendapatkan pasokan.

“Kita harus bisa memahami juga bahwa bukan hanya Indonesia yang menghadapi scarcity dari plastik, nafta, tapi seluruh dunia. Nah itu maka ada kompetisi tersendiri bagi negara-negara, bagi pelaku usaha untuk mendapatkan suplai dari plastik tersebut,” ujar Agus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga mendorong pelaku industri untuk lebih adaptif dalam menyusun strategi pengadaan bahan baku, termasuk memanfaatkan peluang pasokan yang tersedia di pasar internasional.

“Jadi perusahaan-perusahaan harus bisa merumuskan rencana kerja berkaitan dengan plastik. Kalau ada ketersediaan plastik yang dijual di luar negeri, ambil aja,” ujarnya. (Ant).