Tradisi Natal Unik di 11 Negara, dari Zwarte Piet di Belanda hingga Ong Gia Noel di Vietnam

Natal, tradisi Natal, perayaan Natal, Tradisi Natal Unik di 11 Negara, dari Zwarte Piet di Belanda hingga Ong Gia Noel di Vietnam, 1. Belanda: Sinterklaas dan Zwarte Piet, 2. Islandia: 13 Santa Klaus dari Pegunungan, 3. Jerman: Natal sebagai Waktu Kontemplasi, 4. Polandia: Santo Mikolaj dan 12 Hidangan Natal, 5. Norwegia: Julenissen dan Bubur untuk Nisse, 6. Argentina: Natal di Tengah Musim Panas, 7. Australia: Santa Naik Kanguru, 8. Rusia: Natal 7 Januari dan 12 Hidangan, 9. Nigeria: Pesta Keluarga Sepanjang Malam, 10. Vietnam: Ong Gia Noel dan Buche de Noel, 11. Sri Lanka: Natal Tetap Libur Nasional

Tradisi merayakan kelahiran Yesus Kristus atau Natal tidak hanya berlangsung pada 25 Desember di seluruh dunia. Di berbagai negara, perayaan Natal memiliki tanggal, ritual, hingga simbol yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh sejarah, budaya, dan sistem kalender yang digunakan.

Dikutip dari buku Kala Natal Berbaur dengan Tradisi yang disusun Pusat Data dan Analisa Tempo, sejumlah negara bahkan merayakan Natal pada 7 Januari.

Hal ini terjadi karena sebagian negara masih menggunakan kalender Julian, sementara negara lain menggunakan kalender Gregorian.

Berikut 11 tradisi Natal unik di berbagai negara yang menunjukkan keberagaman cara merayakan hari besar umat Kristiani tersebut.

1. Belanda: Sinterklaas dan Zwarte Piet

Di Belanda, tanggal paling penting dalam tradisi Natal justru jatuh pada 5 Desember, saat Sinterklaas (Santa Nicholas) tiba dengan menaiki perahu dari Spanyol.

Hingga abad ke-19, Sinterklaas digambarkan melakukan misinya seorang diri, yaitu memberikan hadiah kepada anak-anak yang berperilaku baik sepanjang tahun. Sementara anak-anak yang berperilaku buruk diberi pelajaran agar menjadi lebih baik.

Pada tahun 1850, penulis buku anak-anak Jan Schenkman menggambarkan Sinterklaas ditemani seorang pelayan bertubuh hitam yang kemudian dikenal sebagai Zwarte Piet atau Black Pete.

Tokoh ini memiliki tugas masuk ke cerobong asap untuk mengantarkan hadiah, terutama kepada anak-anak dari keluarga miskin.

2. Islandia: 13 Santa Klaus dari Pegunungan

Natal, tradisi Natal, perayaan Natal, Tradisi Natal Unik di 11 Negara, dari Zwarte Piet di Belanda hingga Ong Gia Noel di Vietnam, 1. Belanda: Sinterklaas dan Zwarte Piet, 2. Islandia: 13 Santa Klaus dari Pegunungan, 3. Jerman: Natal sebagai Waktu Kontemplasi, 4. Polandia: Santo Mikolaj dan 12 Hidangan Natal, 5. Norwegia: Julenissen dan Bubur untuk Nisse, 6. Argentina: Natal di Tengah Musim Panas, 7. Australia: Santa Naik Kanguru, 8. Rusia: Natal 7 Januari dan 12 Hidangan, 9. Nigeria: Pesta Keluarga Sepanjang Malam, 10. Vietnam: Ong Gia Noel dan Buche de Noel, 11. Sri Lanka: Natal Tetap Libur Nasional

Sinterklas dan Santa Claus menjadi karakter yang tidak bisa dilepaskan dari hari Natal.

Natal di Islandia dirayakan dengan kehadiran 13 Santa Klaus, yang dikenal sebagai Yule Cat atau Yule Lads.

Tiga belas hari sebelum Natal, Santa pertama turun dari pegunungan dan mengunjungi rumah-rumah untuk meletakkan hadiah di sepatu anak-anak yang sedang tidur.

Anak yang berperilaku baik akan mendapat permen atau buah, sementara anak yang nakal menerima hadiah kurang menyenangkan, seperti kentang.

Santa berikutnya datang setiap hari hingga 25 Desember. Setelah itu, mereka kembali ke pegunungan satu per satu hingga 6 Januari, yang disebut sebagai hari ke-13, sekaligus penutup rangkaian perayaan Natal.

3. Jerman: Natal sebagai Waktu Kontemplasi

Di Jerman, Natal merupakan perayaan paling penting dalam setahun. Keluarga-keluarga menyambut Natal dengan berpesta dan mengikuti ibadah tengah malam di gereja.

Tradisi Natal di Jerman diwarnai dengan menyanyikan lagu-lagu Natal serta menjadikan momen tersebut sebagai waktu kontemplasi dan refleksi diri, bukan sekadar perayaan meriah.

4. Polandia: Santo Mikolaj dan 12 Hidangan Natal

Di Polandia, anak-anak mulai menebak hadiah Natal mereka sejak dua hari sebelum Natal. Hadiah biasanya mulai diterima pada 6 Desember, yang diperingati sebagai hari lahir Santo Nicholas atau Santo Mikolaj.

Berbeda dengan Santa Klaus berjubah merah-putih, Santo Nicholas digambarkan mengenakan jubah putih dan emas, seperti pakaian uskup. Saat Natal, keluarga Polandia menyajikan 12 jenis makanan, termasuk pierogi (pangsit khas Polandia) dan oplatek, wafer khusus Natal.

5. Norwegia: Julenissen dan Bubur untuk Nisse

Di Norwegia, tradisi bertukar hadiah dilakukan pada hari Natal. Hadiah tersebut diyakini datang dari Julenissen, sebutan Santa Klaus di negara tersebut.

Selain itu, masyarakat Norwegia percaya pada makhluk kecil bernama Nisse, gnome mungil yang diyakini menjaga peternakan.

Untuk menghormatinya, keluarga biasanya meletakkan bubur beras di luar rumah. Mereka juga meninggalkan setangkai gandum sebagai makanan burung saat Natal.

6. Argentina: Natal di Tengah Musim Panas

Natal, tradisi Natal, perayaan Natal, Tradisi Natal Unik di 11 Negara, dari Zwarte Piet di Belanda hingga Ong Gia Noel di Vietnam, 1. Belanda: Sinterklaas dan Zwarte Piet, 2. Islandia: 13 Santa Klaus dari Pegunungan, 3. Jerman: Natal sebagai Waktu Kontemplasi, 4. Polandia: Santo Mikolaj dan 12 Hidangan Natal, 5. Norwegia: Julenissen dan Bubur untuk Nisse, 6. Argentina: Natal di Tengah Musim Panas, 7. Australia: Santa Naik Kanguru, 8. Rusia: Natal 7 Januari dan 12 Hidangan, 9. Nigeria: Pesta Keluarga Sepanjang Malam, 10. Vietnam: Ong Gia Noel dan Buche de Noel, 11. Sri Lanka: Natal Tetap Libur Nasional

Ilustrasi Santa Claus di Santa Claus Village di Rovaniemi di Lapland, Finlandia.

Di Argentina, perayaan Natal berlangsung di tengah musim panas. Rumah-rumah dihiasi lampu dan karangan bunga putih-merah, serta pohon Natal yang mulai dipasang sejak 8 Desember, bertepatan dengan Pesta Kabar Gembira.

Makanan utama Natal dinikmati pada malam Natal, antara lain kalkun panggang, daging babi panggang, roti Natal, Pan Dulce, dan Panettone. Untuk memeriahkan suasana, warga Argentina menyalakan kembang api tepat tengah malam.

7. Australia: Santa Naik Kanguru

Natal di Australia hadir saat libur musim panas. Warga menghias rumah dan kebun dengan pohon Natal, lampu-lampu, dedaunan hijau, serta bunga berwarna-warni.

Tradisi unik muncul dalam cerita Santa Klaus. Setibanya di Australia, Santa digambarkan meninggalkan rusa kutubnya untuk beristirahat, lalu melanjutkan perjalanan dengan menunggangi kanguru.

8. Rusia: Natal 7 Januari dan 12 Hidangan

Seperti negara Eropa Timur lainnya, Rusia merayakan Natal pada 7 Januari, mengikuti kalender Julian. Pada hari tersebut, keluarga menghidangkan 12 jenis makanan sebagai simbol 12 rasul.

Perayaan diawali dengan ibadah di gereja, kemudian dilanjutkan dengan santap bersama hidangan khas Natal.

9. Nigeria: Pesta Keluarga Sepanjang Malam

Natal, tradisi Natal, perayaan Natal, Tradisi Natal Unik di 11 Negara, dari Zwarte Piet di Belanda hingga Ong Gia Noel di Vietnam, 1. Belanda: Sinterklaas dan Zwarte Piet, 2. Islandia: 13 Santa Klaus dari Pegunungan, 3. Jerman: Natal sebagai Waktu Kontemplasi, 4. Polandia: Santo Mikolaj dan 12 Hidangan Natal, 5. Norwegia: Julenissen dan Bubur untuk Nisse, 6. Argentina: Natal di Tengah Musim Panas, 7. Australia: Santa Naik Kanguru, 8. Rusia: Natal 7 Januari dan 12 Hidangan, 9. Nigeria: Pesta Keluarga Sepanjang Malam, 10. Vietnam: Ong Gia Noel dan Buche de Noel, 11. Sri Lanka: Natal Tetap Libur Nasional

Ilustrasi perayaan Natal.

Natal di Nigeria merupakan perayaan keluarga besar. Banyak keluarga menggelar pesta semalam suntuk dan melanjutkannya dengan ibadah gereja pada pagi hari.

rumah dan jalanan dihias, biasanya dengan pohon Natal buatan. Hidangan khas Natal di Nigeria meliputi daging kalkun, serta daging sapi, kambing, domba, dan ayam.

10. Vietnam: Ong Gia Noel dan Buche de Noel

Di Vietnam, malam Natal sering dianggap lebih penting daripada hari Natal itu sendiri. Tradisi ini dipengaruhi budaya Prancis, mengingat Vietnam merupakan bekas jajahan Prancis.

Salah satu hidangan khas adalah Buche de Noel, kue coklat berbentuk batang kayu. Warga Vietnam biasa saling memberi hadiah berupa makanan dan kue coklat.

Santa Klaus dikenal dengan nama Ong Gia Noel, yang berarti manusia tua Natal.

11. Sri Lanka: Natal Tetap Libur Nasional

Meski mayoritas penduduk Sri Lanka beragama Buddha, Natal tetap menjadi hari libur nasional. Umat Kristiani merayakan Natal setiap 25 Desember, dengan jalan-jalan dihias dan pusat perbelanjaan memasang pohon Natal berukuran besar.

Santa Klaus di Sri Lanka dikenal dengan nama Naththal Seeya. Tradisi unik lainnya adalah bermain kriket di halaman belakang rumah sebagai bagian dari perayaan Natal.

Tradisi Natal di berbagai negara menunjukkan bagaimana satu perayaan keagamaan dapat berbaur dengan budaya lokal, menciptakan ragam cara merayakan yang kaya dan penuh makna.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang