Polemik Paspor WNI Rugikan FC Emmen dan Ancam Karier Tim Geypens
FC Emmen mengambil keputusan tegas dengan tidak memasukkan Tim Geypens ke dalam skuad saat menghadapi SC Cambuur pada pekan ke-33 Eerste Divisie 2025-2026.
Dalam laga yang berlangsung di De Oude Meerdijk, Rabu (25/3/2026) dini hari WIB, FC Emmen harus menelan kekalahan 2-4 melawan SC Cambuur.
Keputusan tersebut mengejutkan, mengingat Geypens tengah menunjukkan performa impresif bersama tim.
Belakangan diketahui, absennya sang pemain dipicu kontroversi terkait status paspornya sebagai Warga Negara Indonesia.
“Malam ini, Philip Søndergaard absen karena kewajiban tugas internasional. Selain itu, Tim Geypens tidak masuk dalam skuad karena ketidakpastian seputar paspor Indonesia dalam sepak bola profesional,” tulis FC Emmen via X.
Keputusan Coret Tim Geypens
Direktur Teknik Nico Haak menerima informasi dari Federasi Sepak Bola Profesional terkait masalah paspor sejumlah pemain Belanda yang berstatus WNI.
Kasus ini mencuat setelah NAC Breda melaporkan dugaan pelanggaran usai kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.
NAC Breda menuding Dean James dimainkan tanpa izin kerja karena memiliki status WNI.
Sejak itu, para ahli hukum di Zeist dan sekitarnya menangani kasus tersebut.
Situasi yang belum jelas membuat Tim Geypens terancam tidak bisa tampil bersama FC Emmen untuk waktu yang belum bisa ditentukan.
Untuk menghindari risiko, Nico Haak dan pelatih Menno van Dam memutuskan untuk menepikan Geypens sementara saat melawan SC Cambuur.
Keputusan itu diambil karena pemain asal Oldenzaal tersebut tidak lagi berstatus warga negara Belanda seperti sebelumnya.
Pemain timnas Indonesia Dean James saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.
Konsekuensi FC Emmen dan Tim Geypens
Nico Haak mengatakan jika paspor Belanda Tim Geypens telah kadaluarsa setelah memutuskan berganti kewarganegaraan menjadi Indonesia.
"Rupanya, saat seseorang secara sukarela menjadi warga negara Indonesia, paspor Belandanya akan kedaluarsa. Itulah yang tampaknya terjadi pada Tim (Geypens). Benar-benar di luar kehendak, pengetahuan, dan kesalahannya."
"Kita berurusan di sini dengan seorang talenta berusia dua puluh tahun yang melihat seluruh hidupnya hancur. Itu adalah situasi yang sangat tidak menyenangkan," kata Haak dikutip dari De Telegraaf.
Keputusan Tim Geypens untuk mengikuti kewarganegaraan kakeknya ternyata memiliki konsekuensi besar yang saat ini dihadapi olehnya.
Kontrak pemain yang sedang dalam performa terbaik itu mungkin berisiko, karena pemain yang disebut non-Uni Eropa diharuskan mendapatkan lebih dari enam ratus ribu euro.
Dengan peraturan gaji yang berlaku, agaknya sulit untuk dipenuhi oleh tim-tim kasta bawah termasuk FC Emmen.
Selain Tim Geypens, kerugian juga dialami oleh FC Emmen, yang terancam denda serta pengurangan poin karena kasus ini.
Dukungan dari FC Emmen
Bek kanan FC Emmen, Daniël Beukers memahami situasi sulit dari Geypens dan mengatakan jika seluruh tim FC Emmen memberikan dukungan penuh kepada Tim Geypens.
"Tidak menyenangkan melihat temanmu seperti ini. Sungguh mengerikan apa yang terjadi padanya, tepat ketika kami berdua memiliki posisi starter yang kami idamkan di sini."
"Sebagai sebuah kelompok, kami bersimpati padanya, merangkul bahunya, dan mengatakan kepadanya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Hanya itu yang bisa kami lakukan saat ini," ujarnya.
Sementara itu, penyerang FC Emmen, Romano Postema telah menyiapkan kaus dengan nomor punggung 5 milik Geypens selama pertandingan untuk diangkat saat merayakan gol.
Ketika momen itu tiba, ternyata itu agak kurang tepat, karena golnya itu hanya memperkecil skor menjadi 1-3.
Di sisi lain, Pelatih Menno van Dam berbicara kepada Tim Geypens yang tampak terguncang.
"Kami sangat senang dengannya, dan kemudian pesan ini sangat mengejutkan. Saya sangat menyesal untuknya," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang