IBL All Star 2026 Kembali ke Bandung, Satukan Olahraga dan Hiburan

Satria Muda, IBL All Star, Junas Miradiarsyah, IBL All Star 2026, IBL All Star 2026 Kembali ke Bandung, Satukan Olahraga dan Hiburan

Indonesia Basketball League kembali akan menggelar perang bintang yang bertajuk IBL All Star 2026. 

IBL All Star 2026 akan digelar di markas Satria Muda Bandung, yakni Bandung Arena, pada Sabtu (11/4/2026), 

Bandung kembali dipilih jadi venue IBL All Star setelah terakhir kali pada tahun 2012. 

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengutarakan alasan kembali ditunjuknya Bandung untuk menggelar laga All Star

“Bandung tahun 2012 kalau tidak salah NBL All Star ada pemain NBA-nya, Jason Williams, waktu itu ada antusiasmenya luar biasa,” kata Junas. 

Musim silih berganti, baru tahun ini di IBL All Star mampir lagi ke Kota Kembang.

“Belum ada kesempatan bawa All Star ke Bandung lagi, karena kan selain Surabaya dan Jakarta, basket Bandung juga salah satu yang enggak pernah mati, dari segi kedekatan basket dan kultur, dekat sekali ini jadi kelebihannya,” papar Junas. 

Latar Belakang IBL All Star

Satria Muda, IBL All Star, Junas Miradiarsyah, IBL All Star 2026, IBL All Star 2026 Kembali ke Bandung, Satukan Olahraga dan Hiburan

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah

IBL All Star 2026 bukan hanya akan menampilkan pertandingan, tetapi juga festival basket, hiburan, dan lifestyle. 

Pergelaran ini dikemas dengan menyuguhkan berbagai program menarik yang melibatkan pemain, selebriti, hingga penggemar secara langsung. 

Selain laga utama (All-Star Game), sejumlah rangkaian acara siap meramaikan atmosfer di Bandung.

Di antaranya akan ada Celebrity Games yang mempertemukan para selebriti dan figur publik dalam pertandingan penuh hiburan. 

Lalu, ada Three Point Contest yang menguji akurasi tembakan para shooter terbaik di IBL, salah satunya bintang Satria Muda, Sandi Ibrahim. 

Ada pula One on One Challenge yang menghadirkan duel sengit antarpemain, salah satu yang jadi permintaan adalah duel antara Yudha Saputra vs Yesaya Saudale.

Duel itu kemudian disetujui Junas dalam konferensi pers pada Selasa (7/4/2025) di salah satu kafe di Bandung. 

IBL All Star 2026 juga memuat IBL Features Stars Challenge, tantangan interaktif yang menggabungkan skill, kreativitas, dan entertainment. 

Hidupan Industri Kreatif Lokal

IBL All Star 2026 turut menghidupkan eksistensi industri kreatif, menggandeng komunitas hingga brand-brand lokal. 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya IBL mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat koneksi antara basket dan ekosistem kreatif.

Konsep tahun ini dituturkan Junas dirancang menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan fan IBL. 

“Kami ingin IBL All-Star 2026 menjadi panggung besar yang menyatukan olahraga dan hiburan. Tidak hanya tentang siapa yang bermain, tapi bagaimana semua IBL Fans bisa ikut merasakan energi dan keseruannya,” ujar Junas.

Tim Yudha Saputra vs Tim Andakara Prastawa

Satria Muda, IBL All Star, Junas Miradiarsyah, IBL All Star 2026, IBL All Star 2026 Kembali ke Bandung, Satukan Olahraga dan Hiburan

Momen dua roster Satria Muda Yudha Saputera dan Dame Diagne merayakan poin yang diraih pada pertandingan lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 melawan Pasific Caesar Surabaya, Jumat (30/1/2026) di Bandung Arena.

Laga para bintang akan mempertemukan tim dengan kapten Yudha Saputera melawan tim dengan kapten Andakara Prastawa dari Pelita Jaya. 

Yudha sendiri mendapatkan suara terbanyak. Sekitar 3800 fan memilihnya. 

“Kaget vote 3800-an segitu enggak expect, pasti nanti dari tim aku enggak pengen kalah ingin kejar menang jangan lupa jaga diri satu sama lain karena season belum beres,” pesan Yudha.

Yudha antusias karena ia akan kembali satu tim dengan Yesaya Saudale. Mereka pernah satu tim di Indonesia Patriot.  

“Beberapa pemain kaya Yesaya (Saudale) pernah main di Patriot, bring back memories tentunya,” katanya. 

Ia juga akan kembali satu tim dengan Brandone Francis eks rekannya di Prawira. 

Yudha juga bakal menghadapi pebasket top Andakara Prastawa yang ditangani mantan pelatihnya, David Singleton, alias Dave. 

“Beberapa pemain sudah punya koneksi juga kaya Brandone Francis lawannya Prastawa dan coach Dave (David Singleton) dia tidak mau kalah. Mau enggak mau harus menang,” tuturnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang