April Mop Ternyata Punya Sejarah Panjang dan Aneh
Tradisi tersebut diyakini berasal dari Prancis pada abad ke-16 ketika kalender berubah dari Kalender Julian ke Kalender Gregorian, di mana tahun baru berpindah dari 1 April ke 1 Januari. Mereka yang tetap merayakan tahun baru pada 1 April dijuluki sebagai "April Fools."
Pada perayaan ini, orang-orang biasanya mengerjai teman, keluarga, atau rekan kerja dengan cara kreatif. Ketika seseorang tertipu, pelaku akan mengungkapkannya dengan ucapan “April Mop!”
Tradisi ini juga sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu di Eropa. Meski asal-usulnya belum pasti, salah satu teori menyebutkan kaitannya dengan perubahan kalender dari Julian ke Gregorian, yang membuat sebagian orang dianggap “tertinggal” dan dijadikan bahan candaan.
Lelucon itu pun termasuk menempelkan ikan kertas di punggung orang dan disebut sebagai 'poisson d'avril', yang konon merujuk pada orang yang mudah tertipu. Di Norwegia, tercatat bahwa April Mop dahulunya berasal dari perayaan untuk menghormati dewa perusak dan kekacauan, Loki.
April Mop dirayakan dengan saling menjahili dan melempar lelucon hingga tengah malam, serta berbohong tanpa harus merasa bersalah atau dipersalahkan.
Sejarawan juga menghubungkan tradisi April Mop dengan festival Hilaria di Roma kuno, yang dirayakan pada akhir Maret oleh anggota Sekte Cybele.
Selama festival, orang menyamar dan mengejek satu sama lain, bahkan terhadap hakim. Orang-orang Mesir Isis, Osiris, dan Seth adalah inspirasi dari aksi tersebut.
Periode 1700-an, kebiasaan April Mop menyebar ke seluruh Inggris. Seiring berjalannya waktu, lelucon yang dibuat tentang April Mop menjadi semakin berlebihan.
Salah satu tindakan yang paling umum adalah mengganti gula dengan garam. Jadi, pada dasarnya, pada 1 April, orang-orang sepertinya boleh berbuat lucu dan tidak akan dianggap salah.