Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Mop yang dirayakan setiap 1 April tidak hanya soal lelucon sederhana, tetapi juga menghadirkan beragam prank unik di berbagai negara, mulai dari menempel ikan kertas hingga mengirim orang menjalankan tugas yang sebenarnya tidak ada.
Mengutip International Business Times (31/3/2026), April Mop atau April Fools telah berkembang menjadi tradisi global dengan berbagai bentuk lelucon khas di tiap budaya. Setiap negara memiliki cara berbeda dalam merayakan hari iseng ini.
Tradisi ini menunjukkan bahwa humor ringan menjadi bagian dari banyak budaya di dunia.
Tradisi April Fools di berbagai negara
Berikut adalah berbagai tradisi April Fools untik unik di berbagai negara.
1. Prancis: tempel ikan di punggung diam-diam
Di Prancis dan beberapa wilayah Eropa, April Fools dikenal dengan tradisi yang cukup unik.
orang akan diam-diam menempelkan gambar ikan kertas di punggung orang lain tanpa disadari. Saat korban menyadarinya, pelaku akan berseru “Poisson d’Avril” atau “ikan April”.
Tradisi ini sudah berlangsung lama dan sering dilakukan oleh anak-anak hingga orang dewasa.
2. Skotlandia: prank sampai dua hari
Ilustrasi tertawa. Tradisi April Fools ternyata dirayakan dengan cara yang berbeda di tiap negara, dari yang sederhana hingga yang unik.
Jika di banyak negara April Fools hanya berlangsung satu hari, Skotlandia punya cara berbeda. Perayaan di sana bisa berlangsung selama dua hari.
Hari pertama dikenal sebagai Gowkie Day, saat orang mengirim orang lain menjalankan tugas-tugas yang sebenarnya tidak ada.
Hari kedua disebut Tailie Day, yang biasanya diisi dengan lelucon seperti menempelkan tanda di punggung orang lain.
3. Irlandia: kirim orang ke “misi sia-sia”
Di Irlandia, prank yang populer justru melibatkan pesan berantai. Seseorang akan diminta mengantarkan surat ke orang lain.
Namun, isi surat tersebut ternyata hanya berisi instruksi untuk mengirim si pembawa ke orang berikutnya.
Hal ini bisa berlangsung cukup lama sampai akhirnya korban sadar bahwa dirinya sedang dikerjai.
4. Inggris: prank ada batas waktunya
Berbeda dengan negara lain, Inggris punya aturan tidak tertulis dalam merayakan April Fools. Prank hanya boleh dilakukan sampai tengah hari.
Jika seseorang masih mengerjai orang lain setelah pukul 12 siang, justru ia yang dianggap sebagai “April fool”.
Aturan ini menjadi cara untuk menjaga agar lelucon tetap dalam batas wajar.
5. Spanyol: perang makanan ala April Fools
Di beberapa wilayah Spanyol, tradisi yang mirip April Fools bahkan dilakukan dalam bentuk yang lebih meriah.
Melansir CNN (1/4/2024), di beberapa wilayah Spanyol terdapat perayaan yang melibatkan perang makanan di tingkat kota.
Acara ini biasanya diiringi dengan permainan peran, aturan-aturan unik, dan suasana yang penuh tawa.
Meski berbeda waktu, tradisi ini punya semangat yang sama, yaitu bersenang-senang lewat lelucon.
6. Iran: tradisi lama dengan sentuhan prank
Di Iran, tradisi yang mirip April Fools sudah ada sejak lama melalui perayaan Sizdah Bedar.
Perayaan ini dilakukan pada awal April dan sering diisi dengan kegiatan di luar ruangan serta lelucon ringan.
CNN menyebut tradisi ini bahkan sudah ada sejak berabad-abad lalu dan menjadi bagian dari budaya musim semi.
Dari prank kecil hingga hoaks besar
Tidak hanya antar individu, media dan perusahaan besar juga ikut meramaikan April Fools.
Salah satu prank paling terkenal adalah dari BBC pada 1957, yang menayangkan laporan tentang pohon yang menghasilkan spageti. Banyak orang saat itu percaya dan bahkan mencari tahu cara menanamnya.
Euronews juga mencatat bahwa hingga kini, banyak perusahaan dan media membuat pengumuman palsu setiap 1 April sebagai bagian dari tradisi.
Tradisi sederhana yang mendunia
Meski bentuknya berbeda-beda, semua tradisi April Fools punya satu kesamaan.
Tujuannya bukan untuk menipu secara serius, tetapi untuk menghadirkan tawa lewat kejutan kecil.
Dari menempelkan ikan kertas hingga mengirim orang ke tugas yang tidak ada, April Fools menunjukkan bahwa hal sederhana bisa menjadi hiburan yang dinikmati banyak orang di seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang