Bank Mega Tebar Dividen Rp 2 Triliun dan Saham Bonus Rp 5,87 Triliun

PT Bank Mega Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta pada Selasa, 31 Maret 2026, dengan dipimpin Komisaris Independen Hizbullah. Dalam RUPST tersebut, seluruh sembilan mata acara RUPST Tahun Buku 2025 pun telah disetujui.

Hizbullah menjelaskan, salah satu keputusan utama adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 3,4 triliun, dan menetapkan sebesar Rp 2 triliun sebagai dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian sebesar Rp 35,1 juta disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Pasal 70 UUPT, dan sisanya sebesar Rp 1,3 triliun dibukukan sebagai saldo laba.

RUPST juga menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) senilai Rp 5,87 triliun. Dia memastikan, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 11,74 miliar saham bonus dengan rasio 1:1, dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

“Pembagian saham bonus dilakukan secara proporsional sesuai dengan kepemilikan masing-masing pemegang saham,” kata Hizbullah dalam keterangannya, Selasa, 31 Maret 2026.

Bank Mega.

Dari sisi tata kelola, RUPST turut merombak susunan direksi. Perseroan mengangkat Mariam dan Jemy Kristian Soegiarto sebagai direktur, berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Rapat juga memberhentikan dengan hormat Yuni Lastianto sebagai direktur.

Selain itu, masa jabatan Indivara Erni sebagai Wakil Direktur Utama akan berakhir seiring penugasan ke PT Mega Corpora, dan efektif setelah pengangkatan Jemy Kristian Soegiarto disetujui OJK atau paling lambat 30 September 2026.

Berikut adalah susunan direksi Bank Mega terbaru:

- Direktur Utama: Kostaman Thayib

- Wakil Direktur Utama: Indivara Erni,

- Direktur: Madi Darmadi Lazuardi

- Direktur: Martin Mulwanto

- Direktur: YB Hariantono

- Diektur: Heriwan Gazali,

- Direktur: Mariam

- Direktur: Jemy Kristian Soegiarto.

Sebagai informasi, dari sisi kinerja, Bank Mega mencatat laba bersih 2025 sebesar Rp 3,36 triliun, tumbuh 28 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang lonjakan fee based income sebesar 54 persen menjadi Rp 2,79 triliun.

“Capaian ini membawa Bank Mega masuk jajaran 10 besar bank dari sisi laba,” ujar Hizbullah.

Total aset perseroan tercatat Rp 140,83 triliun, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit tumbuh 4 persen menjadi Rp 67,23 triliun, dengan kualitas tetap terjaga, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) yang membaik ke level 1,65 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 14 persen menjadi Rp 104,13 triliun. Komposisi DPK masih didominasi deposito, namun dana murah (CASA) juga mencatat kenaikan menjadi Rp 28,14 triliun. Selain itu, aspek permodalan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) di level 30,49 persen, sementara loan to deposit ratio (LDR) berada di kisaran 70 persen.

Sementara untuk tahun 2026, perseroan memasang target kinerja yang moderat. Bank Mega membidik laba bersih Rp 3,7 triliun, kredit Rp 74 triliun, DPK Rp 111 triliun, dan total aset Rp 149 triliun.