Angkat Kaki dari BEI! Grup Sampoerna Lepas Seluruh Lebih 1 Triliun Lembar Saham

Sampoerna Strategic Square
Sampoerna Strategic Square

Grup Sampoerna resmi angkat kaki dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kepada investor baru. Kini, saham mayoritas perserkan beralih ke anak usaha Posco International Corporation (PIC), perusahaan publik asal Korea Selatan yang tercatat di Korea Exchange (KRX). 

Aksi korporasi ini dilakukan melalui pengambilalihan 1.195.217.500 saham atau setara 65,72 persen. Sebelumnya dipegang Twinwood Family Holdings Limited pada 19 November 2025. 

Manajemen SGRO menjelaskan bahwa keputusan melepas seluruh saham tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat fokus bisnis. Perseroan ingin mengonsolidasikan energi pada lini usaha utama sambil membuka ruang untuk masuk ke peluang baru yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

“Alasan perseroan melepas kepemilikan saham karena fokus pada lini bisnis yang ada dan menjajaki peluang baru yang sejalan dengan kebutuhan bisnis dan tren pasar yang menjanjikan,” jelas Manajemen Perseroan dikutip dari Keterbukaan Informasi pada Rabu, 26 November 2025.

Ilustrasi Investasi.

Lebih lanjut, Manajemen SGRO menegaskan bahwa pengendali baru akan membawa arah strategi baru tanpa mengganggu prinsip tata kelola. Sejalan dengan visi perseroan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan nilai perusahaan jangka panjang dengan mematuhi peraturan ESG yang berlaku di Indonesia. 

Pengambilalihan ini disebut menjadi langkah awal PIC untuk memperluas bisnisnya di sektor pertanian Indonesia. Dengan demikian, memperkuat ekspansi industri agrikultur melalui sinergi operasional antara PIC dan Sampoerna Agro.

“Tujuan pengambilalihan adalah dalam rangka mengembangkan dan memperluas bisnis pemegang saham baru di industri pertanian di Indonesia,” jelas Manajemen SGRO.

Dalam satu tahun ke depan, fokus utama perseroan adalah menjaga stabilitas organisasi sambil mengintegrasikan sistem bersama investor baru. Perusahaan akan mempertahankan manajemen yang ada, sekaligus menambah para ahli di beberapa posisi strategis untuk memperkuat operasional.

“Dalam dua belas bulan ke depan, Perseroan akan fokus pada upaya integrasi untuk mendukung stabilitas organisasi dan sinergi operasional dengan mempertahankan tim manajemen yang ada serta menambahkan para ahli yang diperlukan,” tegas Manajemen SGRO.