Permata Bank Bakal Tebar Dividen 2025 Rp 1,266 Triliun

Permata Bank atau Bank Permata
Permata Bank atau Bank Permata

 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) memutuskan untuk membagikan dividen kurang lebih Rp1,266 triliun (bruto) atau sebesar Rp35 per saham untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, perseroan secara konsisten menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

RUPST pada Selasa (7/4) juga menyetujui beberapa agenda strategis, termasuk perubahan susunan pengurus perseroan dengan menyetujui pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur Perseroan.

Jabatan tersebut akan resmi diemban setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum diangkat menjadi Direktur, Sorakrit Phruthanontachai bekerja di Bangkok Bank selama lebih dari 27 tahun.

Berikut ini susunan Dewan Komisaris dan Direksi Permata Bank menjadi sebagai berikut.

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Chartsiri Sophonpanich

Komisaris: Chong Toh

Komisaris: Niramarn Laisathit

Komisaris: Chalit Tayjasanant

Komisaris Independen: Haryanto Sahari

Komisaris Independen: Goei Siauw Hong

Komisaris Independen: Yap Tjay Soen

Komisaris Independen: Riswinandi

Direksi

Direktur Utama: Meliza Musa Rusli

Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahajani

Direktur: Dayan Sadikin

Direktur: Setiatno Budiman

Direktur yang juga membidangi Unit Usaha Syariah: Rudy Basyir Ahmad

Direktur: Eddie Sajoga

Direktur: Evi

Direktur: Ahmad Mikail Madjid​​​​​​​

Direktur: Sorakrit Phruthanontachai *)

Dewan Pengawas Syariah

Ketua: Prof. Dr. H. Jaih, SE., MH., M.Ag

Anggota: Asep Supyadillah

Anggota: Habibullah​​​​​​​

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan masa jabatan setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari regulator terkait menjadi efektif. Untuk diketahui, sepanjang tahun 2025, Permata Bank membukukan laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun, diikuti peningkatan total aset sebesar 3,6 persen year-on-year (yoy) menjadi sebesar Rp268,3 triliun.

Dari sisi permodalan, rasio CAR dan CET-1 tercatat masing-masing 34,6 persen dan 26,6 persen. Menurut perseroan, capaian ini menjadikan Permata Bank sebagai salah satu bank umum komersial terbesar di Indonesia dan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan.