Jadwal Arus Balik Lebaran 2026 dan Prediksi Puncaknya: Cek Skema One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap

arus balik Lebaran 2026, Jadwal Arus Balik Lebaran 2026 dan Prediksi Puncaknya: Cek Skema One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap

 Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus balik Lebaran 2026.

Berbagai skema seperti contraflow, ganjil genap, hingga one way kembali diberlakukan, namun kali ini difokuskan dari arah Timur menuju Barat guna memperlancar perjalanan pemudik yang kembali ke wilayah perantauan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi lebih tinggi dibanding arus mudik.

Pemerintah berharap, melalui pengaturan lalu lintas ini, perjalanan arus balik dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan efisien.

Apa saja skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan?

Beberapa kebijakan yang diterapkan selama arus balik Lebaran 2026 meliputi:

Sistem contraflow

  • Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek dari KM 70 hingga KM 47
  • Berlaku mulai 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Selain itu, contraflow juga diterapkan di Tol Jagorawi:

  • Dari KM 21 (Gunung Putri) hingga KM 8 (Cipayung)
  • Berlaku pada 24 Maret dan 29 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB

Sistem ganjil genap

  • Berlaku pada 23–29 Maret 2026
  • Diterapkan dari Tol Semarang-Batang KM 414 hingga Tol Jakarta-Cikampek KM 47
  • Serta dari Tol Tangerang-Merak KM 98 hingga KM 31

Sistem one way

  • Diberlakukan dari Tol Semarang-Solo KM 421 hingga Tol Jakarta-Cikampek KM 70
  • Berlaku mulai Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Bagaimana prediksi puncak arus balik?

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

"Untuk itu, kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2025 dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere yang diimbau pemerintah,” ujarnya dikutip dari Antara.

Berdasarkan data dari Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan volume kendaraan mencapai lebih dari 285 ribu unit. Angka ini bahkan melampaui puncak arus mudik yang tercatat sebanyak 270.315 kendaraan.

Dalam kesempatan terpisah, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho juga mengingatkan adanya tiga puncak arus balik.

"Kami prediksi tiga hari tersebut akan menjadi puncak arus balik Lebaran 2026. Kami imbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman, dan berkeselamatan," katanya.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono meminta masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan mengikuti arahan pemerintah.

"Kami memohon dan meminta kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan kembali pulang, agar dapat memilih waktu kepulangan yang telah dianjurkan oleh pemerintah," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan, Jasa Marga juga memberikan insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30 persen. Diskon ini berlaku selama dua hari, yakni pada 26–27 Maret 2026, di sembilan ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group untuk perjalanan menerus.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong distribusi waktu perjalanan pemudik sehingga tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang