Rafael Leao Bertingkah di AC Milan, Harus Belajar dari Daniel Maldini
Mantan bintang AC Milan memberikan kritik tajam terhadap perilaku Rafael Leao dalam pertandingan melawan Lazio, sambil mengaitkannya dengan Daniel Maldini, putra dari legenda klub, Paolo Maldini.
Leao menjadi sorotan ketika Milan mengalami kekalahan 0-1 dari Lazio pada hari Minggu (15/3/2026) di Stadion Olimpico. Dalam pertandingan tersebut, ia kembali menunjukkan performa yang mengecewakan dan seolah-olah tidak terlibat di lapangan.
Ketika ditarik keluar oleh pelatih Massimiliano Allegri, Leao terlihat marah dan memperlambat langkahnya keluar, sampai kiper Mike Maignan harus mendorongnya.
Tingkah Leao itu jelas tak membantu Milan yang berada dalam keadaan tertinggal dan membutuhkan waktu untuk mengejar.
Sang pemain asal Portugal lalumenolak untuk menyambut pelukan Allegri, serta terlihat membanting jaket dan menendang kotak es serta botol minum saat duduk di bangku cadangan, sambil terus mengeluh.
Leao mengklaim bahwa ia tidak mendapatkan umpan yang baik dari rekan-rekannya, khususnya Christian Pulisic. Namun, banyak Milanisti yang menyoroti tingkah lakunya yang dianggap egois dan tidak menyadari bahwa performanya memang buruk.
Reaksi kecewa Rafael Leao kala ditarik keluar dalam laga pekan ke-29 Liga Italia 2025-2026 Lazio vs AC Milan di Stadion Olimpico, 15 Maret 2026.
Tingkah Leao Saat Lawan Lazio
Ini bukan pertama kalinya Leao menunjukkan sikap serupa saat melawan Lazio. Pada musim lalu, ia juga berulah karena tidak dijadikan starter oleh pelatih Paulo Fonseca.
Setelah dimasukkan oleh Fonseca, Leao memisahkan diri bersama Theo Hernandez pada masa water break, saat rekan-rekannya yang lain mendengarkan instruksi pelatih.
"Seharusnya dia harus memperlihatkan kemarahan seperti itu saat masih berada di dalam lapangan," kata Ambrosini seperti dikutip dari Milan News.
"Leao selalu memunculkan kesan bahwa dia tak memiliki semangat kompetitif."
"Dalam 34 menit pertama, dia menyentuh bola 4 kali, salah satunya dengan kepala."
"Rasanya, baik secara alami maupun karakteristik, Leao adalah pemain yang perlu terus Anda pacu supaya bersemangat."
"Dia sangat sering tidak bersemangat dengan sendirinya," ucap Ambrosini yang pernah membantu AC Milan menjuarai Liga Champions 2003 dan 2007.
Eks gelandang yang memperkuat Il Diavolo Rosso dari 1995 hingga 2013 tersebut juga berbicara tentang penempatan Rafael Leao sebagai ujung tombak, meski posisi aslinya adalah pemain sayap.
Daniel Maldini Jadi Contoh
Situasi Rafael Leao di Milan musim ini, mirip dengan Daniel Maldini, yang baru direkrut Lazio pada bursa transfer Januari 2026.
Daniel Maldini yang merupakan jebolan akademi AC Milan, diminta untuk beradaptasi sebagai penyerang tengah Lazio, meski posisi aslinya adalah gelandang serang.
"Sebagai penyerang tengah, Anda mendapatkan kesempatan break lebih banyak daripada ketika bermain melebar," tutur Ambrosini.
"Malam ini contohnya, Daniel Maldini bermain sebagai striker, sesuatu yang masih dia pelajari."
"Maldini melakukan pekerjaan yang tidak akan pernah bisa diperbuat Leao dengan punggungnya membelakangi gawang."
Daniel Maldini menunjukkan performa yang cukup baik saat melawan Milan, meski satu kans emasnya tidak berbuah gol lantaran dibendung oleh Mike Maignan.
Pada menit ke-36, meski kalah start dari Koni De Winter, Maldini tetap berjuang dan memberikan umpan yang hampir menghasilkan gol bagi Kenneth Taylor.
Upaya Kenneth Taylor itu hanya mengenai mistar gawang AC Milan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang