AC Milan Disebut Tanpa Kepribadian, Leao Cuma Jalan Saat Pemain Lain Berkorban
Paolo Di Canio memberikan kritik tajam terhadap AC Milan yang kalah 0-1 dari Lazio pada pekan ke-29 Liga Italia 2025-2026.
AC Milan disebut Di Canio sebagai tim tanpa keprbadian. Ia menyatakan hanya satu pemain dari kubu Rossoneri yang bisa selamat dari kritik.
Kekalahan 0-1 di markas Lazio pada Minggu (15/3/2026) di Stadion Olimpico, membuat AC Milan kini tertinggal delapan poin dari sang pemimpin klasemen Inter Milan.
Selisih poin itu harus dikejar AC Milan di sisa sembilan pertandingan musim ini.
Sebelumnya, ada harapan bahwa Milan bisa kembali menghidupkan persaingan di jalur juara usai mereka memetik kemenangan dalam laga derb melawan Inter pada pekan ke-29.
Tetapi, harapan tersebut kini tampak memudar setelah Rossoneri kalah dari Lazio.
Eks pemain AC Milan dan Lazio, Paolo Di Canio, menyampaikan pandangannya dalam program Sky Calcio Club setelah partai pekan ke-29 Liga Italia di Olimpico rampung digelar.
Reaksi kecewa Rafael Leao kala ditarik keluar dalam laga pekan ke-29 Liga Italia 2025-2026 Lazio vs AC Milan di Stadion Olimpico, 15 Maret 2026.
Rafael Leao Dianggap Cuma Jalan Kaki
Menurut Di Canio, Luka Modric mungkin adalah satu-satunya pemain Rossoneri yang tidak layak mendapatkan kritik.
“Milan selalu kesulitan melawan tim-tim yang bahkan kurang berbakat dari Lazio, terutama ketika mereka harus bermain tanpa motivasi,” ujar Di Canio dilansir Football Italia dari Milan News.
Kritik tajam diberikan pemain legendaris West Ham tersebut kepada bintang AC Milan, Rafael Leao.
“Leao hanya berkeliling dan cuma memberikan solusi pada serangan balik. Anda tidak bisa memiliki pemain yang berjalan selama 70 menit sementara yang lain berkorban, lalu marah karena tidak memberikannya bola,” tutur Di Canio.
Hanya Luka Modric yang Memukau Di Canio
Rafael Leao kian berada dalam sorotan karena kemarahannya saat ditarik keluar oleh sang pelatih, Massimiliano Allegri pada menit ke-66.
“Allegri harus menyelesaikan masalah itu. Milan adalah tim tanpa kepribadian," ujar Di Canio.
"Mari kita tinggalkan Modric, yang membuat saya terkesan. (Koni) De Winter, Leao, (Christian) Pulisic, yang bermain di lini serang dan tidak memberikan umpan, orang-orang seperti itu. Ini adalah tim tanpa kepribadian yang jelas,” ucap pria yang memperkuat Milan pada 1994-1996 itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang