Emil Audero Tembus 200 Laga Serie A, Tapi Blunder Ini Bikin Media Italia Menyindir

Emil Audero di Cremonese
Emil Audero di Cremonese

 Kiper berdarah Indonesia, Emil Audero, sebenarnya baru saja menorehkan pencapaian penting dalam kariernya di sepak bola Italia. Penjaga gawang milik US Cremonese itu resmi mencatatkan 200 penampilan di kompetisi Serie A, sebuah angka yang menandai konsistensi panjangnya di salah satu liga paling kompetitif di Eropa. Namun, tonggak bersejarah tersebut justru diwarnai catatan pahit.

Audero mencapai laga ke-200 saat Cremonese bertandang ke markas Lecce dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Duel yang digelar di Stadio Ettore Giardiniero – Via del Mare pada Minggu, 8 Maret 2026 itu berakhir dengan kekalahan 1-2 bagi tim tamu, seperti dilansir Media Italia Calcio Cremonese.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alih-alih mendapat sorotan positif, performa Audero justru menjadi bahan kritik media lokal Italia. Media setempat, Calcio Cremonese, menilai penampilan sang kiper pada laga spesial tersebut tidak berjalan mulus. Mereka menyoroti satu momen krusial yang dianggap menjadi titik balik pertandingan.

“Penampilan ke-200 Emil Audero di liga utama juga tidak berjalan mulus,” tulis Calcio Cremonese.

Kesalahan yang dimaksud terjadi saat situasi sepak pojok. Audero mencoba keluar dari sarangnya untuk mengantisipasi bola, tetapi gagal mengamankannya dengan sempurna. Situasi itu langsung dimanfaatkan oleh pemain Lecce, Santiago Pierotti, yang sukses memecah kebuntuan bagi tuan rumah.

“Kiper asal Cremona itu melakukan kesalahan saat keluar dari sepak pojok yang berujung pada gol Pierotti, yang memecah kebuntuan untuk Lecce. Itu adalah momen penting dalam pertandingan yang berkontribusi pada kekalahan tim Cremona tersebut,” lanjut laporan media tersebut.

Blunder tersebut membuat laga bersejarah bagi Audero terasa pahit, meskipun secara statistik ia baru saja mencapai milestone penting dalam karier profesionalnya.

Perjalanan Panjang di Serie A

Terlepas dari kritik tersebut, 200 pertandingan di Serie A tetap menjadi pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh. Audero memulai perjalanan di kasta tertinggi sepak bola Italia bersama Juventus pada musim 2016/2017. Saat itu ia hanya mendapat satu kesempatan bermain, tetapi laga tersebut menjadi titik awal kariernya di Serie A.

Setelah menjalani masa peminjaman di beberapa klub, kariernya mulai benar-benar menanjak saat membela Sampdoria. Bersama klub asal Genoa itu, Audero menjelma menjadi kiper utama selama beberapa musim dan mencatatkan sebagian besar penampilannya di kompetisi tertinggi Italia.

Performanya yang konsisten bahkan sempat membuat namanya dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk Inter Milan. Kini, bersama Cremonese, kiper berusia 29 tahun tersebut terus menambah jam terbangnya di sepak bola Italia.

Sepanjang 200 pertandingan di Serie A, Audero telah mencatatkan puluhan clean sheet serta ratusan penyelamatan penting yang membantu timnya bertahan dalam banyak laga.

Momen Pahit Juga Dialami Sanabria

Laga melawan Lecce juga menghadirkan momen spesial bagi pemain Cremonese lainnya, Antonio Sanabria. Striker asal Paraguay itu juga mencatatkan penampilan ke-200 dalam karier profesionalnya. Namun, seperti Audero, momen tersebut berakhir dengan kekecewaan. Sanabria baru masuk di menit-menit akhir pertandingan dan langsung terlibat dalam salah satu insiden paling kontroversial di laga tersebut.

“Pertandingan tersebut terasa sangat pahit bagi Antonio Sanabria. Striker asal Paraguay itu masuk di menit-menit akhir pertandingan, dan menjadi protagonis dari insiden paling kontroversial dalam pertandingan tersebut. Di waktu tambahan, Sanabria dijatuhkan di area penalti oleh Gaby Jean, tetapi wasit Sozza tidak memberikan penalti,” tulis Calcio Cremonese.

Keputusan wasit itu memicu protes dari kubu Cremonese yang merasa seharusnya mendapat hadiah penalti di penghujung laga.

Pengalaman Elite untuk Timnas Indonesia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski laga ke-200-nya di Serie A tidak berjalan sempurna, perjalanan panjang Emil Audero tetap menjadi bukti kualitas dan daya tahan kariernya di level tertinggi sepak bola Eropa. Pengalaman menghadapi klub-klub elite seperti AC Milan, Juventus, dan Inter Milan menjadikannya salah satu kiper dengan jam terbang paling tinggi yang dimiliki Indonesia saat ini.

Bagi Timnas Indonesia, keberadaan Audero dengan pengalaman bermain di liga top Eropa tentu menjadi nilai tambah besar, terutama dalam menghadapi pertandingan internasional yang semakin kompetitif.