Rafael Leao Disebut Terbaik di Serie A, tapi Bikin AC Milan Dilema
Alessandro Florenzi menyatakan bahwa Rafael Leao adalah pemain terbaik di Serie A.
Walau begitu, eks pemain Milan lain, Paolo Di Canio, berpendapat bahwa Rossoneri menjadi tak terlalu terekspos serangan lawan ketika Leao absen
Leao mencetak gol dalam kemenangan Milan 2-0 atas Cremonese pada hari Minggu (1/3/2026).
Kemenangan itu membuat Il Rossoneri (Si Merah-Hitam) berada di posisi kedua klasemen Liga Italia 2025-2026, terpaut 10 poin dari rival sekota, Inter Milan, yang menduduki posisi pertama.
Sky Sport Italia menganalisis performa Milan, dengan fokus khusus pada Leao.
Leao mengalami masalah kebugaran musim ini, tetapi tetap berhasil mencetak sembilan gol dan memberikan dua assist dalam 20 penampilan di Serie A.
Penyerang AC Milan, Rafael Leao, berpose usai mencetak gol pada pertandingan Cagliari vs AC Milan bergulir di Stadion Unipol Domus pada Sabtu (3/1/2026) dini hari WIB.
Di Mata Florenzi, Rafael Leao Pemain Terbaik Serie A
Alih-alih bermain sebagai sayap kiri, Leao musim ini diandalkan sebagai penyerang tengah dalam sistem 3-5-2 Milan racikan Massimiliano Allegri.
“Saya pikir pemain yang kuat harus mengambil tanggung jawab dan harus ditempatkan dengan baik di lapangan,” kata Florenzi, mantan bek Timnas Italia yang ikut membawa Milan meraih scudetto bersama Leao pada 2021-2022.
“Mereka harus bermain dengan cara tertentu untuk mengekspresikan permainan mereka. Saya tidak tahu apakah Milan memberikan cukup kepada Leao seperti yang diberikan Leao kepada Milan saat ini.”
“Milan kini bermain dengan strategi serangan balik, yang sesuai untuknya, tetapi saya telah melihatnya bermain di tim yang lebih harmonis dalam hal gaya bermain, dan ia tampil menonjol,” lanjut Florenzi.
“Bagi saya, ia tetap menjadi pemain terbaik di Serie A,” ujar jebolan akademi AS Roma tersebut.
Rafael Leao Picu Dilema
Paolo Di Canio, yang pernah membela AC Milan, Lazio, dan West Ham, menimpali komentar Florenzi.
“Ada dilema bagi Allegri karena Leao telah berperan penting dalam hanya enam pertandingan.”
“Ketika Leao digantikan melawan Torino dan Pulisic dimasukkan, Milan berhasil melakukan comeback. Dalam enam pertandingan tanpa Leao, mereka mencetak 16 gol dan tidak kebobolan.”
“Secara taktis, ini adalah tim yang lebih solid, mungkin kurang tidak terduga, tetapi mereka kurang terpapar (serangan lawan) dan mencapai gawang dengan kekuatan dan teknik."
"Ini bukan hanya satu atau dua pertandingan, melainkan enam pertandingan. Ini tidak berarti Leao tidak perlu bermain. Tetapi apa yang harus dilakukan dengannya?”
Di Canio, bagaimanapun, sedikit keliru dengan statistik yang dipaparkannya. Sebab, Leao telah absen dalam tujuh pertandingan Serie A musim ini, bukan enam.
Rossoneri mencetak 15 gol dan kebobolan tiga ketika pemain Portugal itu berhalangan tampil musim ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang