Kekurangan Petugas, Waktu Antre di Sejumlah Bandara Amerika Capai 3,5 Jam

Antrean calon penumpang pesawat di pintu keamanan bandara Amerika Serikat mengular karena kekurangan petugas. Akibatnya, waktu tunggu antrean penumpang di bandara rata-rata mencapai 3,5 jam.
"Saat ini pada pelancong menghadapi antrean TSA (Transportation Security Administration) yang panjangnya hampir tiga jam di beberapa bandara besar. Menyebabkan penerbangan terlewat dan penundaan besar-besaran selama musim puncak perjalanan," kata Wakil Asisten Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Publik, Lauren Bis, dikutip dari Fox News.
Lauren mengatakan, kekurangan petugas di sejumlah bandara di AS merupakan dampak buruk dari kekurangan dana dari DHS.
Kekurangan dana ini memaksa petugas keamanan harus bekerja tanpa bayaran. Sehingga, membuat sebagian besar petugas keamanan memilih untuk tidak hadir .
"Para pahlawan garda terdepan ini hanya menerima sebagian gaji di awal bulan ini, dan sekarang menghadapi kehilangan gaji penuh pertama mereka, yang menyebabkan kesulitan keuangan, ketidakhadiran, dan kekurangan staf yang sangat parah," kata Lauren.
Di Bandara Housten Hobby, di Housten, Texas, antrean di pintu keamanan bandara rata-rata mencapai 3,5 jam pada hari Minggu.
Sementara di Bandara Internasional Louis Armstrong New Orleans di Louisiana meminta penumpang untuk tiba setidaknya tiga jam sebelum penerbangan.
Melihat situasi ini, seorang juru bicara TSA menyarankan agar calon penumpang tiba di bandara sedini mungkin untuk menghindari ketinggalan penerbangan karena antrean yang panjang di pintu keamanan.
"Seiring munculnya kendala personel, TSA akan mengevaluasi setiap kasus secara individual dan menyesuaikan operasionalnya sesuai dengan keadaan," kata juru bicara tersebut.
Waktu tunggu di bandara AS ini diperkirakan akan meningkat seiring berlanjutnya penutupan dana.
Pejabat TSA Ha Nguyen McNeill mengatakan ada sekitar 1.110 petugas keamanan transportasi meninggalkan TSA pada bulan Oktober dan November 2025.
Menambahkan dari Independent, lebih dari 300 pekerja TSA mengundurkan diri sejak penutupan DHS pada 14 Februari 2026.
Statistik internasl TSA juga menujukkan bahwa sekitar 50.000 karyawan diwajibkan bekerja tanpa bayaran, selama penutupan berlangsung.
Alhasil, tingkat ketidakhadiran petugas TSA telah melonjak hingga persentase dua digit di beberapa bandara besar AS.
Termasuk 53 persen di Bandara William P. Hobby di Houston, dan 21 persen di Bandara Internasional John F. Kennedy.
Dengan Piala Dunia yang kurang dari 100 hari lagi, kekurangan staf di bandara AS dapat menjadi titik tekanan di pos pemeriksaan bandara.
Seorang calon penumpang bernama Eliana Patterson mengatakan bahwa antrean keamaan di Bandara New Orleans membentang di seluruh terminal. Bahkan mengular melewati pintu keluar menuju tempat parkir.
"Penerbangan saya tertunda, tetapi jika tidak, saya akan sedikit khawatir," katanya.
Tidak hanya kendala di pintu pemeriksaan keamaan, situs web dan aplikasi TSA juga sudah berhenti beroperasi pada 17 Februari. Situs tersebut tidak akan beroperasi sebelum pendanaan disetujui.
Alhasil, calon penumpang pesawat kesulitan menemukan informasi tentang waktu tunggu di bandara. Diketahui, staf yang mengelola situs web dan aplikasi TSA tersebut telah dirumahkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang