Pengakuan Tak Terduga Perampok yang Bunuh Pensiunan Pegawai JICT

Perampok yang bunuh pensiunan pegawai JICT, Ermanto Usman
Perampok yang bunuh pensiunan pegawai JICT, Ermanto Usman

Polisi mengungkap alasan kenapa Sudirman alias Yuda (28) menyerang pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal, Ermanto Usman (65) dan istrinya Pasmilawati (60).

Berdasarkan pengakuannya, hal itu lantaran aksinya merampok kepergok. Istri korban terbangun karena alarm sahur berbunyi. Saat itulah pelaku panik karena aksinya dipergoki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah, kenapa tersangka memukul korban? Dari keterangan yang disampaikan oleh tersangka kepada penyidik, bahwa tersangka kaget. Jadi pada saat tersangka ini sedang melakukan pencurian di rumah korban, korban terbangun mendengar alarm akan melaksanakan sahur,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.

Berbekal gunting dan linggis, pelaku kemudian masuk ke rumah korban dengan cara membobol jendela. Aksi pencurian itu berlangsung saat sebagian penghuni rumah tengah terlelap.

Polisi memastikan peristiwa tragis itu bermula dari aksi pencurian yang berujung pembunuhan di rumah korban.

Pelaku berinisial Sudirman alias Yuda (28) kini telah ditangkap oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi menegaskan pelaku tidak memiliki target khusus saat melancarkan aksinya.

“Kami luruskan. Bahwa berdasarkan hasil penyidikan yang didukung oleh alat bukti, barang bukti, keterangan saksi selama proses penyidikan, bahwa pelaku tidak memiliki target spesifik,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin saat jumpa pers, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam kondisi panik, pelaku langsung memukul Pasmilawati menggunakan linggis hingga tak berdaya. Setelah itu, ia melihat Ermanto yang baru terbangun dari tidurnya dan duduk diatas tempat tidur dalam keadaan kaget.

“Karena panik, selanjutnya serta merta tersangka menyerang korban laki-laki yang baru terbangun dan sedang duduk di atas tempat tidur,” kata dia.

Setelah melumpuhkan kedua korban, pelaku kemudian kabur dari rumah tersebut sambil membawa sejumlah barang berharga. Barang yang diambil di antaranya dua unit telepon seluler, laptop, serta perhiasan milik korban.

Sebagian barang curian itu kemudian dijual oleh pelaku. Sementara satu unit telepon seluler milik korban sempat digunakan oleh tersangka.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan motif pelaku melakukan aksi tersebut karena faktor ekonomi. Aksi pencurian yang dilakukan pelaku kemudian berujung pada tindakan pembunuhan.

Untuk diketahui, suasana tenang dini hari menjelang sahur di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, mendadak berubah menjadi duka. Seorang pria lanjut usia berinisial EU (65) ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya sendiri. Istrinya, P (60), selamat namun mengalami luka-luka.

Rumah pasutri tersebut diduga menjadi sasaran perampokan saat sebagian penghuni tengah terlelap. Fakta memilukan ini pertama kali terkuak bukan oleh tetangga atau petugas, melainkan oleh anak perempuan korban sendiri. Kejadian terkuak dari laporan temuan sang anak yang curiga karena tak kunjung dibangunkan sahur oleh ibunya.

"Jadi gini, itu ada tadi laporan. Laporan yang melapor itu dari warga langsung ke anaknya korban. Nah itu laporan ke Polsek, jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anaknya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Andi Muhammad Iqbal, Senin, 2 Maret 2026.

Peristiwa itu terjadi pada dini hari, tepat sebelum waktu sahur. Anak korban yang menempati kamar di lantai dua rumah mulai merasa janggal ketika waktu menunjukkan hampir pukul 04.00 WIB. Biasanya, sang ibu selalu membangunkannya untuk membantu persiapan makan sahur.

"Kemudian kenapa ini bisa ketahuan? Karena anak korban ini biasa dibangunkan sama ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun pagi itu berbeda. Tak ada panggilan, tak ada suara dari bawah. Rasa penasaran bercampur khawatir membuat sang anak turun ke lantai satu dan di sanalah pemandangan mengerikan itu tersaji.

Ayahnya sudah dalam kondisi tak bernyawa, sementara ibunya mengalami luka-luka. Dugaan sementara, keduanya menjadi korban aksi perampokan. Saat kejadian, asisten rumah tangga (ART) yang biasanya tinggal di rumah tersebut sedang pulang, sehingga hanya ada tiga orang di dalam rumah.