Dishub Kota Bandung Bangun 232 Halte BRT, Dukung Layanan di Cekungan Bandung

Dishub Kota Bandung Bangun 232 Halte BRT, Dukung Layanan di Cekungan Bandung

 Pembangunan halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah Kota Bandung mulai dilaksanakan.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi massal di kawasan Cekungan Bandung yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyebutkan bahwa pembangunan halte dilakukan secara bertahap dengan total ratusan titik yang akan tersebar di beberapa wilayah strategis.

Halte-halte tersebut akan mendukung operasional layanan BRT yang kini dikenal dengan nama Metro Jabar Trans (MJT).

Apa Saja Rencana Pembangunan Halte BRT di Bandung?

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung Ferlian Hadi menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 256 titik halte yang akan dibangun di kawasan Cekungan Bandung.

“Untuk halte off corridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi,” ujar Ferlian di Bandung, Sabtu (7/3/2026) dikutip dari Antara.

Dari total 232 titik halte yang akan dibangun di wilayah Kota Bandung, bentuk dan ukuran halte akan dibedakan sesuai kebutuhan lokasi.

Rinciannya meliputi:

  • 172 titik berupa penanda halte berbentuk tiang
  • 80 titik berupa halte berukuran kecil
  • 4 titik berupa halte berukuran besar atau big shelter

Keberadaan halte tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan transportasi BRT yang melayani berbagai rute di kawasan Bandung Raya.

Di Mana Lokasi Halte Berukuran Besar Akan Dibangun?

Halte berukuran besar atau big shelter direncanakan dibangun di sejumlah lokasi strategis yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat tinggi.

Beberapa lokasi yang direncanakan antara lain:

  • Stasiun Bandung
  • Jalan Merdeka
  • Summarecon Mall Bandung
  • Stasiun Kiaracondong

Selain itu, jika dilihat berdasarkan status jalan, titik halte juga tersebar di berbagai jenis ruas jalan.

Sebanyak 38 titik halte berada di jalan nasional, 45 titik berada di jalan provinsi, dan 149 titik berada di jalan kota.

Bagaimana Perbedaan Halte On Corridor dan Off Corridor?

Dalam proyek pembangunan ini, halte BRT dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu halte on corridor dan halte off corridor.

Halte off corridor merupakan halte yang berada di jalur lalu lintas umum atau mix traffic, sehingga bus akan berbagi jalur dengan kendaraan lain.

Sementara itu, halte on corridor berada pada jalur khusus BRT yang terpisah dari kendaraan umum.

“Kalau yang on corridor jalurnya khusus. Sedangkan yang off corridor menggunakan mix traffic atau bercampur dengan kendaraan lainnya,” kata Ferlian.

Selain 256 halte off corridor, proyek ini juga mencakup pembangunan sekitar 37 halte pada jalur khusus BRT atau on corridor.

Beberapa lokasi halte tersebut berada di kawasan strategis seperti Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, hingga Jalan Merdeka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang