Fikayo Tomori Bongkar Rahasia Pertahanan Kokoh AC Milan di Bawah Massimiliano Allegri
Bek andalan AC Milan, Fikayo Tomori, akhirnya mengungkap faktor utama di balik solidnya benteng pertahanan timnya sepanjang musim ini.
Dalam kompetisi Liga Italia (Serie A) 2025-2026, skuad Rossoneri menjelma menjadi kekuatan yang sangat sulit ditembus oleh barisan penyerang lawan berkat pendekatan strategi yang disiplin.
Perubahan gaya bermain di AC Milan ini merupakan buah dari filosofi yang dibawa oleh sang pelatih, Massimiliano Allegri.
Sejak kedatangannya pada musim panas lalu, juru taktik kawakan tersebut secara terbuka menekankan bahwa organisasi pertahanan adalah fondasi utama bagi setiap tim yang ingin meraih kesuksesan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Allegri dikenal sebagai pelatih yang sangat memperhatikan detail statistik, terutama mengenai jumlah kebobolan.
Dalam sebuah kesempatan, ia memberikan gambaran jelas mengenai standar yang ia tetapkan untuk tim asuhannya.
"Untuk mendapatkan hasil, Anda harus memperoleh poin dalam jumlah tertentu, mencetak gol, dan kebobolan lebih sedikit," kata Allegri dikutip dari BolaSport.
"Selisih gol di Liga Italia selalu membuat perbedaan, saya diajari seperti itu sejak kecil. Saya bukan penggemar statistik tetapi ada angka-angka yang tidak bisa Anda abaikan."
"Dalam 20 tahun terakhir, hanya ada 1 juara yang tidak memiliki pertahanan terbaik. Itu adalah Juventus-nya Maurizio Sarri yang kebobolan 43 gol."
"Sebuah tim yang hebat mencetak 60 hingga 80 gol. Tetapi jika kebobolan 40 gol, Anda tidak akan bisa berada di 4 besar," lanjutnya.
Pengakuan Fikayo Tomori
Pilar lini belakang, Fikayo Tomori, membenarkan bahwa pesan tersebut sudah ditanamkan sejak hari pertama mereka berkumpul.
Tomori menyebutkan bahwa Allegri menggunakan statistik musim sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk mengubah mentalitas seluruh pemain.
Pemain-pemain AC Milan mengenakan jersey keempat hasil kolaborasi Puma dengan Slam Jam dalam laga pekan ke-26 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, 22 Februari 2026.
"Dia bilang: 'Musim lalu kita mencetak, saya tidak tahu, lebih dari 80 gol'. Ini adalah statistik tim level Liga Champions," jelas Tomori.
"Tetapi, kita kebobolan lebih dari 40 gol. Itu berarti posisi ke-6 di klasemen. Pada tahun yang baik, memang bisa saja itu berarti peringkat 4."
"Pelatih lanjut berkata: 'Itu tidak berarti bek tampil jelek atau tidak melakukan pekerjaaannya. Bukan pula berarti kiper tidak bekerja'."
"Itu berarti seluruh tim harus memiliki mentalitas tidak boleh kebobolan banyak gol."
"Jika tidak kebobolan terlalu banyak, kita akan berada di sekitar puncak klasemen terutama dengan pemain-pemain yang kita miliki di lini depan," pungkas Tomori.
Statistik Pertahanan dan Tantangan Taktik
Hasil dari prinsip tersebut kini terlihat nyata di papan klasemen. Saat ini, I Rossoneri menyandang status sebagai pemilik pertahanan terkuat kedua di Serie A dengan catatan hanya kebobolan 20 gol dari 27 pertandingan.
Catatan impresif ini hanya kalah tipis dari AS Roma yang baru kemasukan 19 gol sejauh ini.
Performa ini membawa Il Diavolo Rosso bertengger di peringkat kedua klasemen sementara, unggul sembilan poin atas Como yang berada di posisi kelima.
Namun, konsistensi Allegri dalam menerapkan formasi 3-5-2 juga tidak lepas dari kritik.
Skema defensif ini dinilai sering menemui jalan buntu saat menghadapi tim-tim yang bermain sangat rapat.
Meskipun memiliki skuad yang mumpuni untuk bermain lebih ofensif dengan pola 4-3-3, Allegri tampaknya masih memilih strategi tersebut sebagai opsi darurat di babak kedua.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang